Menurut Presiden Direktur Astra International, Prijono Sugiarto, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (31/10/2011), pencapaian ini tidak lepas dari kenaikan pendapatan yang mencapai Rp 119,5 triliun, naik 27% dari periode yang sama tahun lalu Rp 94,4 triliun.
"Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2011, kinerja Grup Astra menunjukkan performa yang kuat didukung oleh pertumbuhan permintaan domestik dan kenaikan harga komoditas," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
otomotif mencapai Rp 3,7 triliun. Total penjualan mobil nasional juga meningkat 19% menjadi 660.000 unit.
"Penjualan mobil Grup Astra mengalami kenaikan 16% menjadi 362.000 unit, mewakili pangsa pasar 55%. Astra meluncurkan beberapa model baru, seperti Toyota Grand New Kijang Innova, Toyota Grand New Fortuner, dan lainnya," terangnya.
Untuk penjualan sepeda motor nasional, hingga triwulan III-2011 naik 12% menjadi 6,2 juta kendaraan. Penjualan PT Astra Honda Motor (AHM) tumbuh 24% menjadi 3,2 juta unit. Pangsa pasar motor buatan AHM juga naik menjadi 52%. Sedangkan, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), anak usaha ASII mencatat laba bersih Rp 754 miliar.
Sedangkan anak usaha bidang jasa keuangan, mencapai RP 2,6 triliun naik 32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kontribusi ini tercatat pada nilai pembiayaan anak usaha PT Federal International Finance (FIF), PT Astra Sedaya Finance (ASF) dan PT Toyota Astra Financial Services (TAFS).
"Total pembiayaan alat berat melalui PT Surya Artha Nusantara Finance dan PT Komatsu Astra Finance naik 46% menjadi Rp 5,2 triliun," tuturnya. Sementara, PT Bank Permata Tbk, yang 44,5% sahamnya dimiliki oleh ASII, menccatat laba bersih Rp 962 miliar, naik 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Segmen alat berat dan pertambangan mencapai Rp 2,6 triliun. PT United Tractors Tbk (UNTR) menghasilkan laba bersih Rp 4,3 triliun, dengan laba dikontribusi dari penjualan alat berat Komatsu yang menjual 6.396 unit, naik 55% dari tahun lalu. Kemudian, PT Pamapersada Nusantara (PAMA), mencatat peningkatan produksi batubara 11% menjadi 63,3 juta ton.
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), mencapai Rp 1,5 triliun. Untuk anak usaha bidang infrastruktur dan logistik, melalui PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA), menghasilkan penjualan air bersih menjadi 113,7 juta m3. PT Marga Mandala Sakti (MMS), operator jalan tol yang 79,3% sahamnya dimiliki oleh Astra, mengalami kenaikan volume
trafik 10% menjadi 23,8 juta kendaraan.
"Astra mengakuisisi 95% saham jalan tol Kertosono-Mojokerto sepanjang 40,5 km, dengan nilai sebesar Rp 750 miliar pada triwulan-III tahun ini. Proyek ini diperkirakan senilai Rp 3,5 triliun. Astra juga memiliki 40% saham pada proyek Greenfield tol Kuncira-Serpong sepanjang 11,2 Km pada ruas Jakarta’s Outer
Ring Road (JORR)," imbuhnya.
(wep/qom)











































