"Pencapaian dalam kuartal tiga 2011 ini memang tidak sebesar target perseroan, walaupun jelas lebih baik dari pencapaian pada periode yang sama tahun 2010. Karena itu, di tengah kondisi operasi yang penuh dengan kendala di mana beberapa proyek mengalami delay dan performance belum sesuai target, kami tetap berupaya untuk survive dan berusaha keras untuk meningkatkan performance perseroan,” kata Heru Samodra, VP Corporate Secretary Elsa, dalam siaran pers, Senin (31/10/2011).
Kontribusi terbesar pendapatan perseroan berasal dari kelompok Jasa Hilir Migas (Downstream Oil & Gas Services) sebesar Rp 1,68 triliun, lalu disusul kontribusi dari Jasa Hulu Migas Terintegrasi (Integrated Upstream Oil & Gas Services) sebesar Rp 1,43 triliun dan terakhir dari Jasa Penunjang Hulu Migas (Upstream Oil & Gas Support Services) sebesar Rp 297,8 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontrak senilai US$ 33 juta akan berusaha diselesaikan ELSA dalam waktu sekitar 1,5 tahun.
Heru menambahkan, terkait dengan keadaan eksternal ekonomi dan industri, yang harus dicermati dan kondisi internal operasional Elnusa, maka saat ini manajemen sedang melakukan review dan konsolidasi internal untuk mengidentifikasi langkah selanjutnya baik secara jangka pendek dan panjang untuk perbaikan kinerja perusahaan ke depan.
(ang/dnl)











































