Laba bersih ditopang oleh kenaikan pada volume produksi dan harga jual rata-rata. Pendapatan usaha bersih meningkat 48% menjadi US$ 2,9 miliar, sementara marjin laba kotor meningkat menjadi 34,4% dari 31,8% pada periode yang sama.
"Kami akan terus melanjutkan fokus perseroan untuk tumbuh secara organik dan sekaligus mencari akuisisi yang strategis. Pada saat ini Adaro berada pada jalur yang tepat untuk dapat mencapai target produksi tahunan sebesar 46-48 juta ton dan target profitabilitasnya," kata Presiden Direktur ADRO Garibaldi Thohir dalam siaran pers, Selasa (1/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Naiknya laba bersih juga ditopang oleh keuntungan selisih kurs sebesar US$ 9 juta dan tidak adanya amortisasi goodwill, dibandingkan dengan beban amortisasi sebesar US$ 40,1 juta yang terjadi pada periode yang sama tahun lalu karena perubahan pada standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.
(ang/dnl)











































