Hal ini disampaikan Direktur Utama Atlas Andre Abdi, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (1/11/2011). "Kami melepas 650 juta lembar," katanya.
Tidak disebutkan alasan penurunan tersebut oleh perseroan. Meski menurun, Atlas masih yakin sahamnya laku di pasar. "Kami melihat minat investor terhadap saham Atlas cukup bagus, dan semoga bisa menjadi saham yang likuid," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana ini, sekitar 60% atau Rp 540 miliar untuk membiayai modal kerja, belanja modal infrastruktur dan pengembangan fasilitas penunjang di Hub Muba. Sisanya, sebagai dana akusisi wilayah IUP tambahan dan/atau peningkatan kepemilikan pada anak perusahaan yang berhubungan dengan pertambangan, juga membayar biaya kompensasi atas restrukturisasi kontrak pemasokan batu bara kepada Noble, serta membiayai modal kerja Perseroan tidak melebihi Rp 138 miliar.
Perseroan juga telah menunjuk PT UBS Securities Indonesia dan PT Indo Premier Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Atlas mencatat laba periode berjalan di 2010 sebesar Rp 13,3 miliar, dengan angka produksi hingga April 430 ribu ton.
(wep/ang)











































