Demonstran Anti Wall Street Duduki Pelabuhan Oakland

Demonstran Anti Wall Street Duduki Pelabuhan Oakland

- detikFinance
Kamis, 03 Nov 2011 15:10 WIB
Demonstran Anti Wall Street Duduki Pelabuhan Oakland
Oakland - Salah satu pelabuhan paling ramai di Amerika Serikat ditutup pada Kamis waktu setempat setelah para pendemo anti Wall Street melebarkan aksinya hingga ke tempat tersebut.

Pelabuhan Oakland yang merupakan bagian dari California itu meliburkan para pegawainya sesaat setelah para demonstran mengambil alih dermaga-dermaga di pelabuhan terbesar keempat di AS itu.

"Kegiatan perkapalan efektif dihentikan dulu. Kami tidak akan melanjutkan pelayanan sampai situasi benar-benar aman," kata pernyataan tertulis di situs resmi Pelabuhan Oakland, dikutip oleh AFP, Kamis (3/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berharap, besok kegiatan perkapalan sudah bisa kembali normal dan para karyawan bisa bekerja tanpa ancaman dan insiden," tambah pernyataan tersebut.

Manajemen pelabuhan juga menyatakan sejauh ini belum ada korban luka, perusakan properti maupun masalah keamanan yang serius di pelabuhan yang 59% perdagangannya dilakukan dengan berbagai negara di Asia itu.

Ratusan para demonstran mulai memindahkan aksi protesnya ke tempat tersebut setelah sebelumnya dibubarkan oleh polisi saat memakai gas air mata saat berdemo di pusat kota. Insiden tersebut menyebabkan satu orang terluka.

Para demonstran mulai menguasai pelabuhan itu pada sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Begitu masuk pelabuhan, mereka mulai menyebar dan memblokade tiap-tiap dermaga yang ada, sehingga akhirnya seluruh kegiatan perkapalan ditutup.

Sejumlah polisi sudah siap sedia menyambut para demonstran memakai peralatan anti huru-hara lengkap dengan masker gas. Namun, situasi tetap terkendali dan tidak ada kerusuhan terjadi.

Pelabuhan Oakland ini memegang peran cukup penting dalam kegiatan ekonomi AS, sebanyak US$ 39 miliar nilai ekspor dan impor terjadi di sini setiap tahunnya. Pelabuhan ini juga menyerap cukup banyak tenaga kerja, sekitar 10.000 orang bekerja di sini.

Para petugas keamanan setempat berharap penutupan pelabuhan ini bisa berakhir besok sehingga situasi kembali normal dan orang bisa tetap bekerja seperti biasa.

"Jika penutupan ini terus berlanjut maka ekonomi para pekerja pelabuhan, supir truk beserta para keluarganya akan terganggu. Sama saja seperti menambah jumlah pengangguran dan berkurangnya pajak bagi negara bagian kita," kata salah satu petugas keamanan.


(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads