Menurut Direktur Mandiri Investasi, Andreas M. Gunawidjaja, penyertaan reksa dana ini dimulai Rp 10 juta. Pemasaran dilakukan secara langsung, dan tidak melalui perbankan sebagai agen penjual.
Reksa dana SMART 2, 80% dana akan ditempatkan di surat utang pemerintah dan korporasi dengan rating idAA. Sisanya masuk sebagai instrumen pasar uang atau kas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan, reksa dana SMART 3, 80% dana masuk dalam instrumen investasi obligasi dengan rating idA+. Sisanya masuk ke pasar uang. Imbal hasil tiap tiga bulan, penjualan kembali setiap enam bulan. Untuk penjualan di tahun pertama di satu tahun setelah tanggal peluncuran.
"SMART 2 memberi indikasi imbal hasil 8% p.a, berjangka waktu 3 tahun dan proteksi nilai investasi awal 100% pada tanggal jatuh tempo. SMART 3 indikasi imbal hasil 8,2% p.a.," ungkapnya.
Hingga 2 November total dana kelolaan Mandiri Investasi mencapai Rp 20,3 triliun. Hingga akhir tahun AUM ditargetkan mencapai Rp 22 triliun.
"Mandiri Investasi akan menangkap momentum peluang investasi yang diberikan meski krisis ekonomi global sedang melanda dunia dan mentransformasikan peluang ini menjadi produk dan bauran strategi investasi," tuturnya.
(wep/dnl)











































