Hal ini disampaikan Head of Investment Banking UBS Securities, Rajiv Louis di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD Jakarta, Selasa (8/11/2011).
"Kita ada satu IPO tahun depan," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lihat. Kalau kuartal I bagus, kita pakai (laporan keuangan) September. Tapi kalau masih seperti ini, tunggu buku (laporan keuangan) Desember," tuturnya. Rajiv tidak merinci porsi saham yang akan ditawarkan kepada publik.
"Nilainya diatas Rp 1 triliun. Kita biasa memfasilitasi IPO diatas Rp 1 triliun," tuturnya.
Ia menambahkan, kondisi pasar saham Indonesia masih menjanjikan. Potensi krisis yang masih membayangi Eropa, dipercaya akan berdampak minim ke pasar dalam negeri.
"Masih akan positif. Kalau dibanding negara lain, indo punya kondisi bagus. Kita ga bisa terpengaruh secara langsung dengan kondisi yang ada di sana," tuturnya.
(wep/ang)










































