ABM Investama Kantongi 7 Kontrak Batubara US$ 1 Miliar

ABM Investama Kantongi 7 Kontrak Batubara US$ 1 Miliar

- detikFinance
Selasa, 08 Nov 2011 14:57 WIB
ABM Investama Kantongi 7 Kontrak Batubara US$ 1 Miliar
Jakarta - PT ABM Investama Tbk, melalui anak usahanya PT Cipta Kridatama, telah mendapat tujuh kontrak jasa pertambangan senilai US$ 1 miliar. Perseroan masih mengincar tiga kontrak pertambangan baru hingga tahun depan.

"Dari tujuh kontrak itu nilainya US$ 700 juta- US$ 1 miliar. Dalam waktu dekat ada tiga kontrak baru yang akan ditandatangani," ungkap Direktur Corporate Strategy ABM, Yovie Priadi di Hotel Ritz Calton, Jakarta, Selasa (8/11/2011).

Ia menambahkan, setiap kontrak baru yang didapat perseroan berskala menengah atas, dengan volume kegiatan hasil penambangan (overburden removal) 60 juta ton per tahun. Ketiga kontrak ini berdurasi dua hingga tiga tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada size tertentu yang kita lihat, di medium sekitar 60 juta ton," tuturnya.

Pertumbuhan bisnis jasa kontraktor penambangan, lanjutnya, sangat baik. Hingga tahun ini target overburden removal perseroan sekitar 120 juta ton. Di setiap tahunnya, ABM menargetkan pertumbuhan 15-20%.

Sementara untuk anak usaha lain yang bergerak di pertambangan batu bara, PT Reswara, akan dapat menproduksi emas hitam 2,5-2,7 juta ton. Dalam tiga tahun ke depan, produksi batu bara akan naik lima kali lipat.

Berlipatnya produksi, didasarkan atas pengembangan Reswara pada dua tambang perseroan di Kalimantan Selatan dan Aceh. Cadangan terukur batu bara di Kalsel mencapai 53 juta metrik ton, dengan sumber daya 167 juta metrik ton.

Sedangkan cadangan terukur di Aceh mencapai 169 juta metrik ton, dengan sumber daya 455 juta metrik ton. "Kita akan naikkan kontribusi batu bara di Kalimatan Selatan. Fasilitas infrastruktur di Aceh juga kita siapkan, seperti pelabuhan, jetty, dan conveyor belt. Kalau opsi refinancing dari dana IPO itu, merupakan biaya akuisisi untuk Aceh. Prositnya untuk itu," tegasnya.

Selain itu, perseroan juga memasng target pertumbuhan di anak usaha yang bergerak pada bidang penyewaan mesin pembangkit listrik, servis engineering, dan sewa kapal dan logistik. Penyewaan genset selama ini banyak dipakai oleh PLN, dengan total mesin pembangkit yang dimilik ABM 900 MW.

"Bisnis sewa pembangkit kami targetkan naik 25% setiap tahunnya. Ditambah dengan bisnis independen tower," imbuh Yovie.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads