Hal ini disampaikan Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Rabu (9/11/2011).
"Pada level mikro, perusahaan yang IPO memprihatinkan," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kurang berhasil memanfaatkan krisis. Kita tidak cukup mendorong. Jadi tahun depan, BUMN atau private (swasta) bisa jadi kesempatan," tambahnya.
Mahendra menjelaskan, Indonesia jangan selalu berbangga saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik. Padahal di dalamnya, saham-saham yang ditransaksikan minim. Artinya saham-saham yang cukup likuid dalam perdagangan harian.
"Akan sulit membanggakan indeks saham, tapi subsatansinya tidak keliatan," ujarnya.
Lalu apa pekerjaan rumah yang harus diperbaiki? Mahendra menyoroti perbaikan fundamental, seperti transparansi dan reformasi regulasi yang terkait dengan pasar modal.
"Kita perlu yang fundamental. Jangan hanya membicarakan insentif-insentif. Karena nanti ini hanya jadi sekedar kosmetik," paparnya.
(wep/dnl)











































