Wamenkeu: Jumlah Perusahaan yang IPO Memperihatinkan

Wamenkeu: Jumlah Perusahaan yang IPO Memperihatinkan

- detikFinance
Rabu, 09 Nov 2011 15:21 WIB
Wamenkeu: Jumlah Perusahaan yang IPO Memperihatinkan
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) prihatin dengan minimnya perusahaan di Indonesia yang mencatatkan saham perdana (IPO) di tahun ini. Padahal lesunya pasar global bisa dimanfaatkan untuk memperbanyak instrumen investasi di pasar modal.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Rabu (9/11/2011).

"Pada level mikro, perusahaan yang IPO memprihatinkan," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyoroti minimnya IPO, baik BUMN ataupun korporasi swasta. Padahal dengan potensi krisis global, bisa dimanfaatkan oleh perusahaan dalam negeri. Saat arus modal masuk ke negara berkembang, termasuk Indonesia, ada instrumen-instrumen investasi baru.

"Kita kurang berhasil memanfaatkan krisis. Kita tidak cukup mendorong. Jadi tahun depan, BUMN atau private (swasta) bisa jadi kesempatan," tambahnya.

Mahendra menjelaskan, Indonesia jangan selalu berbangga saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik. Padahal di dalamnya, saham-saham yang ditransaksikan minim. Artinya saham-saham yang cukup likuid dalam perdagangan harian.

"Akan sulit membanggakan indeks saham, tapi subsatansinya tidak keliatan," ujarnya.

Lalu apa pekerjaan rumah yang harus diperbaiki? Mahendra menyoroti perbaikan fundamental, seperti transparansi dan reformasi regulasi yang terkait dengan pasar modal.

"Kita perlu yang fundamental. Jangan hanya membicarakan insentif-insentif. Karena nanti ini hanya jadi sekedar kosmetik," paparnya.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads