Demikian disampaikan Asisten Deputi Bidang Usaha Industri dan Manufaktur II, Kementerian BUMN Gatot Trihargo saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/11/2011).
"Kami minta maaf pada orang yang ada di sini, yang membeli saham IPO Garuda kemarin," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal biasanya kalau harga IPO sudah diskon," tutur Gatot.
Kinerja saham Garuda jauh berbeda dengan BUMN lain yang telah listing sebelumnya. Bahkan catatan fenomenal terjadi pada saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Saham BUMN baja ini mengalami kenaikan 47% ke level Rp 1.250 dari harga perdananya Rp 850.
Saking tingginya, IPO KRAS bahkan menjadi pembicaraan publik karena dugaan permainan terselubung di Kementerian BUMN. Atas kedua IPO terakhir ini, Kementerian BUMN berjanji akan lebih berhati-hati dalam merumuskan harga IPO perusahaan plat merah selanjutnya.
Tahun ini praktis hanya Garuda Indonesia yang melaksanakan IPO. Jumlah ini minim, dibanding periode sebelumnya. Sejatinya, PTPN juga akan melaksanakan penawaran perdana saham. Namun, karena harus ada peleburan terlebih dahulu, hingga rencana ini tertunda.
Dalam perkembangannya, holding PTPN dari 14 perusahaan berbeda ini akan selesai sebelum akhir 2011. "Kami harapkan selesai tahun ini. Kalau sudah selesai bisa leverage luar biasa, sekitar Rp 20 triliun," tuturnya.
(wep/dnl)











































