"Indikasi kupon untuk seri A, 7 tahun dengan indikasi bunga 8,375-9,125% per tahun. Seri B 10 tahun 9-9,75% per tahun," kata Direktur PT Mandiri Sekuritas, Iman Rahman di Jakarta, Kamis (9/11/2011).
Mandiri Sekuritas bersama PT Deutsche Securities Indonesia dan PT Standard Chartered Securities Indonesia bertindak sebagai penjamin emisi obligasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggunaan dana atas obligasi tahap I ini, sekitar Rp 1,05 triliun atau 70% sebagai pengembangan usaha berupa renovasi, perbaikan dan moderenisasi pabrik Feronikel di Pomalaa. Dana ini juga digunakan untuk pembukaan tambang nikel di Maluku Utara dan atau Sulawesi Tenggara, juga tambang bauksit di Kalimantan Barat.
Kemudian sisanya, Rp 450 miliar akan dihabiskan untuk investasi rutin pada tambang nikel Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan tambang emas.
Perkiraan masa penawaran awal di 10-24 November, dengan tanggal efektif 2 Desember. Sementara masa penawaran umum dijadwalkan 6-9 Desember, dengan tanggal penjatahan di 12 Desember. Distribusi secara elektronik dan pencatatan di BEI masing-masing terjadi di 14 dan 15 Desember
(wep/dnl)











































