"Risiko terkait prospek ekonomi Eropa dan AS telah mendorong investor melakukan penyesuaian instrumen investasinya sehingga menimbulkan tekanan pada nilai tukar," demikian hasil Rapat Dewan Gubernur BI yang disampaikan oleh Juru Bicara BI Difi Johansyah di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (10/11/2011).
Selain itu, sambung Difi, permintaan valas untuk memenuhi pembayaran impor yang meningkat juga turut menekan nilai tukar rupiah. Namun, berbagai langkah kebijakan BI dan pemerintah dapat membatasi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, hari ini dolar AS kembali menguat menekan rupiah. Siang ini dolar AS berada di Rp 9.020, melemah dibandingkan penutupan kemarin yang mencapai Rp 8.910.
(dru/dnl)











































