BI: Rupiah Masih Tertekan Krisis Eropa

BI: Rupiah Masih Tertekan Krisis Eropa

- detikFinance
Kamis, 10 Nov 2011 14:53 WIB
BI: Rupiah Masih Tertekan Krisis Eropa
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan nilai tukar rupiah masih mengalami tekanan dengan intensitas dan pergerakan yang lebih rendah. Pada Oktober 2011, nilai tukar rupiah secara rata-rata melemah 1,36% (mtm) menjadi Rp 8.865 per dolar AS.

"Risiko terkait prospek ekonomi Eropa dan AS telah mendorong investor melakukan penyesuaian instrumen investasinya sehingga menimbulkan tekanan pada nilai tukar," demikian hasil Rapat Dewan Gubernur BI yang disampaikan oleh Juru Bicara BI Difi Johansyah di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (10/11/2011).

Selain itu, sambung Difi, permintaan valas untuk memenuhi pembayaran impor yang meningkat juga turut menekan nilai tukar rupiah. Namun, berbagai langkah kebijakan BI dan pemerintah dapat membatasi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bank Indonesia terus memonitor perkembangan nilai tukar rupiah dan memastikan kecukupan likuiditas rupiah dan valas yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan pasar domestik," tutup Difi.

Seperti diketahui, hari ini dolar AS kembali menguat menekan rupiah. Siang ini dolar AS berada di Rp 9.020, melemah dibandingkan penutupan kemarin yang mencapai Rp 8.910.

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads