Demikian isi Tinjauan Kebijakan Moneter (TKM) BI November yang dikutip, Jumat (11/11/2011).
"Relatif terbatasnya peran asing selama dua bulan terakhir terkait dengan masih tingginya ketidakpastian perekonomian global yang antara lain dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian penyelesaian krisis utang Eropa terutama setelah pemerintah Jerman menyatakan bahwa krisis utang Eropa belum mendapatkan solusi dalam pertemuan negara-negara Eropa. Lalu penurunan peringkat sovereign dan obligasi Spanyol oleh Moodyβs dari A1 ke AA, dan ketiga kekhawatiran perlambatan ekonomi China," demikian isi TKM tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi mikro emiten, perkiraan kinerja keuangan emiten domestik akan terus membaik menciptakan optimisme di pasar saham.
Sementara itu, dari eksternal yang mendukung perbaikan di pasar saham antara lain:
- Optimisme investor terhadap keputusan EU Summit yang akan menambah dana talangan The European Financial Stability Facility (EFSF) dari 440 miliar euro menjadi 1 triliun euro (setara dengan US$ 1,4 triliun), pemotongan 50% utang Yunani bagi pemegang obligasi dan program rekapitalisasi perbankan
- Rilis data perekonomian Asia dan AS serta laporan pendapatan beberapa emiten AS yang menunjukkan peningkatan
- Peningkatan harga minyak mentah dunia hingga 93 dolar AS per barel. Dengan perkembangan tersebut, IHSG tercatat meningkat sebesar 6,8% ke level 3.790 pada 31 Oktober 2011
Penguatan juga dialami oleh sektor keuangan dan industri dasar. Secara umum, penguatan indeks sektoral tersebut ditopang oleh membaiknya fundamental mikro emiten.
Hal ini tercermin dari pertumbuhan rata-rata laba bersih emiten LQ 45. Sampai dengan kuartal III-2011, laba bersih emiten kelompok LQ 45 secara rata-rata tumbuh sebesar 26,3% dibandingkan kuartal III 2010.
Pertumbuhan tersebut sebagian besar disumbang oleh sektor perbankan, pertambangan, perkebunan dan properti. Tren suku bunga dan inflasi yang rendah menjadi penopang utama pertumbuhan emiten sektor keuangan dan properti. Sementara itu, tren kenaikan harga komoditas tambang berdampak positif terhadap harga saham sektor pertambangan terutama yang berbasis batubara.
Surat Utang Pemerintah Masih Laku Rp 74 Triliun
Selama Oktober, surat utang negara (SUN) juga masih diborong investor asing senilai Rp 73,9 triliun. Setelah sebelumnya, investor asing melakukan aksi jual Rp 23,9 triliun di September.
Aksi beli ini dinilai BI didukung oleh faktor makro dan risiko fiskal yang terkendali. Asing memborong jangka pendek dan menengah.
(dnl/ang)











































