Demikian disampaikan Direktur Keuangan ITMG Edward Manurung di Hotel Brawijaya, Jakarta, Jumat (11/11/2011). "Angkanya belum final, dana belanja modal akan dianggarkan sekitar US$ 200 juta-an," katanya.
Ia menerangkan, dana akan dikucurkan untuk anak usaha mereka. PT Indominco Mandiri kedapatan dana US$ 100 juta. PT Trubaindo Coal Mining juga mendapat dana yang sama US$ 100 juta. Satu tambang lain, melalui anak usaha PT Kitadin Embalut diperkirakan membutuhkan dana US$ 33 juta.
Tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal US$ 126 juta, dimana US$ 42 juta telah terpakai, dan akan mencapai US$ 60 juta hingga Desember. Sisanya digunakan tahun depan.
Perseroan akan membanguan pencucian batubara Blok Timur di Indominco US$ 7 juta. Kemudian pembangunan fasilitas jalan di Trubaindo yang akan menghabiskan dana US$ 57 juta.
Di tahun depan pula, ITMG membidik produksi batu bara 27 juta ton. Naik dari estimasi tahun ini 25 juta ton. Dari target 2012, 20% sudah terkontrak. "Kami harapkan sudah mendapatkan kontrak 40% untuk tahun depan," ucap Edward.
Tambang lain perseroan, Bharinto siap memproduksi 500 ribu ton batu bara tahun depan. Pembangunan infrastruktur jalan telah ITMG lakukan. Hasil produksi Bharinto rencananya akan di ekspor untuk pasar Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan.
(wep/ang)











































