Profit Taking Jegal IHSG Melemah 4 Poin

Profit Taking Jegal IHSG Melemah 4 Poin

- detikFinance
Jumat, 11 Nov 2011 16:12 WIB
Profit Taking Jegal IHSG Melemah 4 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis 3 poin akibat aksi ambil untung di penghujung perdagangan. Kepercayaan diri investor masih belum pulih akibat dihantui krisis utang Eropa.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 8.970 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.015 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik 12,759 poin (0,33%) ke level 3.796,640. Rebound-nya bursa-bursa utama dunia mendorong indeks naik ke zona hijau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi beli di awal perdagangan mengatarkan indeks ke level tertingginya hari ini di 3.800,289. Namun, adanya aksi profit taking sempat menjegal indeks ke zona merah.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 0,731 poin (0,01%) ke level 3.784,612 cenderung datar akibat aksi tunggu investor. Investor masih mencermati perkembangan krisis Eropa.

Tekanan jual mulai marak terjadi memasuki perdagangan sesi II, indeks jatuh ke posisi terendahnya di 3.764,887. Saham-saham tambang yang sudah naik tinggi menjadi bulan-bulanan investor.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (11/11/2011), IHSG ditutup menipis 4,996 poin (0,14%) ke level 3.778,885. Sementara Indeks LQ 45 ditutup turun tipis 1,988 poin (0,30%) ke level 671,875.

Investor masih cenderung wait and see sebelum kondisi pasar benar-benar kondusif, sambil sesekali mengurangi portofolionya. Risiko pasar masih tinggi karena krisis Eropa masih menghantui.

Saham-saham di sektor agrikultur mencoba untuk mengangkat bursa ke zona hijau, bersama dengan sektor properti dan aneka industri. Namun, jumlah indeks sektoral yang melemah jauh lebih banyak, dipimpin oleh indeks sektor tambang.

Transaksi investor asing tidak terlalu signifikan hari ini, mesi tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) tipis senilai Rp 45,453 miliar di seluruh pasar. Investor lokal masih mendominasi perdagangan.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 51.502 kali pada volume 2,222 miliar lembar saham senilai Rp 1,563 triliun. Sebanyak 13 saham naik, sisanya 241 saham turun, dan 28 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia tidak banyak berubah sejak pagi tadi, masih bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Namun sayangnya, poin yang dicetaknya sedikit surut dibandingkan pagi tadi.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,55 poin (0,06%) ke level 2.481,08.
  • Indeks Hang Seng menguat 173,28 poin (0,91%) ke level 19.137,17.  
  • Indeks Nikkei 225 menguat tipis 13,67 poin (0,16%) ke level 8.514,47.  
  • Indeks Straits Times turun tipis 1.81 (0.06%) ke level 2.785,09.  
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 400 ke Rp 43.800, Astra Internasional (ASII) naik Rp 350 ke Rp 69.500, SMART (SMAR) naik Rp 300 ke Rp 6.700, dan Surya Citra (SCMA) naik Rp 200 ke Rp 6.650.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 60.500, Bayan (BYAN) turun Rp 300 ke Rp 18.500, Hexindo (HEXA) turun Rp 250 ke Rp 8.250, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 250 ke Rp 25.450.
(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads