Pekan ini merupakan perdagangan penuh volatilitas lagi di bursa saham paman sam terpengaruh oleh berita-berita seputar krisis Eropa. Indeks S&P 500 mampu naik tipis 0,8% dalam sepekan. Meski demikian, investor masih tetap berhati-hati akan terjadinya koreksi di perdagangan selanjutnya.
Saham-saham bank menjadi pemimpin dalam menguatnya Wall Street setelah terkena sentimen turunnya yield surat utang Italia. Imbal hasil obligasi negeri pizza itu di awal pekan sempat menembus ke rekor tertingginya sejak tahun 1999.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah paket kebijakan penghematan anggaran yang diminta oleh Uni Eropa telah disepakati oleh anggota senat Italia. Kebijakan ini rencananya akan kembali dibahas Sabtu waktu setempat.
Rencana ini berimbas kepada mundurnya Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi. Mantan European Commissioner Mario Monti diprediksi akan mengambil alih kepemimpinan Berlusconi.
Sementara di Yunani, Perdana Menteri terpilih Lucas Papademos, mantan vice president European Central Bank, segera membentuk paket kebijakan penghematan anggaran baru bersama tim koalisi.
Indeks Dow Jones naik 259,89 poin (2,19%) ke level 12.153,68. Indeks Standard & Poor's 500 menguat 24,16 poin (1,95%) ke level 1.263,85. Indeks Komposit Nasdaq menanjak 53,60 poin (2,04%) ke level 2.678,75.
Dalam sepekan, indeks Dow Jones tumbuh 1,4% dan Indeks S&P 500 menguat 0,8%, sementara Indeks Komposit Nasdaq menipis 0,3%.
(ang/ang)











































