IHSG Naik Tipis ke Level 745,340
Kamis, 15 Jul 2004 16:21 WIB
Jakarta - Pada penutupan perdagangan Kamis (15/7/2004), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) menguat tipis 1,024 poin pada level 745,340. Meski tekanan jual melanda bursa, namun di akhir penutupan indeks berhasil masuk ke teritori positif akibat pembelian selektif investor terhadap saham Telkom.Indeks LQ-45 yang terdiri dari 45 saham yang paling aktif diperdagangkan naik 0,293 poin pada level 163,515, Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,187 poin pada level 125,525, Indeks Papan Utama (MBX) naik 0,465 poin pada level 202,927 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) turun 0,073 poin pada level 168,543.Perdagangan di pasar reguler relatif sepi dengan transaksi yang terjadi sebanyak 8.986 kali pada volume 1.162.546 lot saham senilai Rp 339,849 miliar. Sebanyak 64 saham mencatat kenaikan harga, 31 saham mengalami penurunan harga dan 289 saham lainnya stagnan.Saham-saham yang mencatat kenaikan harga di jajaran top gainer di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 100 menjadi Rp 14.300, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 100 menjadi Rp 5.300, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 75 menjadi Rp 2.975, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 7.450, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 50 menjadi Rp 1.275, Indosat (ISAT) naik Rp 25 menjadi Rp 4.125. Sementara, saham Sanex Qianjiang Motor International (SQMI) yang mulai diperdagangkan hari ini naik Rp 15 menjadi Rp 265.Di deretan top loser, saham-saham yang mengalami penurunan harga antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 50 menjadi Rp 5.550, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 25 menjadi Rp 575, United Tractors (UNTR) turun Rp 25 menjadi Rp 1.100, Bank BRI (BBRI) turun Rp 25 menjadi Rp 1.725 dan Bumi Tekno Kultura (BTEK) turun Rp 15 menjadi Rp 280.Masih banyaknya sentimen negatif seperti naiknya harga minyak dunia dan adanya gangguan keamanan seperti ledakan bom di Bandung, membuat investor enggan melaukan pembelian saham. Kondisi ini membuat indeks mengalami tekanan sepanjang perdagangan hari ini. Namun menjelang penutupan, investor melakukan pembelian selektif, terutama terhadap saham Telkom, yang akhirnya membawa indeks kembali ke teritori positif.
(ani/)











































