Carut Marut Utang Bikin Saham Eropa 'Terjun Bebas'

Carut Marut Utang Bikin Saham Eropa 'Terjun Bebas'

- detikFinance
Selasa, 15 Nov 2011 20:16 WIB
Carut Marut Utang Bikin Saham Eropa Terjun Bebas
Jakarta - Saham-saham di Eropa berjatuhan terimbas oleh jatuhnya nilai surat utang negara-negara Eropa serta pelemahan nilai tukar Euro terhadap dolar AS. Para investor 'melarikan' investasinya dari Eropa karena khawatir krisis utang makin parah.

Para pelaku pasar keuangan mengabaikan data penguatan ekonomi di Jerman serta positifnya kinerja beberapa perusahaan di Eropa. Mereka fokus melihat apakah perubahan politik di Italia dan Yunani bisa membantu Eropa keluar dari krisis.

Tingginya imbal hasil dari surat utang Italia, Yunani, dan Spanyol membuat saham-saham di Eropa terjun 2%, sementara Euro jatuh ke US$ 1,36 akibat kekhawatiran krisis utang tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasar perlu diyakinkan bahwa pemerintah baru di Italia dan Yunani bisa melakukan perubahan dengan membuat kebijakan fiskal yang lebih kredibel serta mengubah kebijakan ekonominya," kata Analis Lee Hardman seperti dikutip dari AFP, Selasa (15/11/2011).

Imbal hasil surat utang di Italia naik tinggi ke level 7% setelah Perdana Menteri baru Mario Monti melakukan pembicaraan terakhir soal pemerintahan baru.

Pemerintah Yunani juga harus membayar bunga tinggi untuk surat utang yang diterbitkannya. Demikian juga dengan Spanyol. Ini semua karena kekhawatiran krisis utang di Eropa sehingga investor menginginkan bunga tinggi untuk surat utang dari Eropa.

Pada perdagangan hari ini, indeks saham FTSE 100 di London jatuh 1,22% ke level 5,451,88. Sementara indeks DAX 30 di Frankfurt jatuh 2,17% ke level 5.855,43. Indeks CAC 40 di Paris juga turun 2,07% ke level 3.044,73, dan indeks saham di Milan dan Madrid jatuh masing-masing 2,02% dan 2,05%.

Kondisi pasar obligasi di Eropa sangat tegang, karena investor diliputi ketakutan besar akibat besarnya utang yang dimiliki Eropa.

Kanselir Jerman Angela Merkel sebelumnya mengatakan Eropa dalam periode terburuk sejak Perang Dunia II. Tetapi krisis dapat memberikan kesempatan menjadikan Eropa lebih kuat.


(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads