Demikian disampaikan Direktur Utama PLN, Nur Pamudji dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jakarta, Rabu (16/11/2011).
"Respons investor positif sehubungan dengan peluncuran obligasi PLN terbaru tersebut," kata Nur Pamudji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kupon atau bunga obligasi sebesar 5,5% ini merupakan bunga terendah yang pernah diperoleh PLN dalam penerbitan obligasi yang pernah dilakukannya. Dalam penerbitan obligasi ini, Barclays Capital dan Citi bertindak sebagai joint lead managers dan bookrunners.
Alokasi investor yang membeli obligasi ini berasal dari berbagai negara. Sebanyak 44% dari Asia, 35% dari Amerika Serikat, dan sisanya 21% Dari Eropa.
"Dari sisi tipe investor, sebagian besar dari obligasi tersebut diberikan kepada Manajer Investasi berkualitas (64%) dan Asuransi/Dana Pensiun (19%), dan sisanya kepada Bank (7%), Private Bank (6%), dan Bank Sentral/Lainnya (4%)," jelasnya.
Program Global Medium Term Note (GMTN) PLN senilai US$ 2 miliar telah disusun pada September 2011 untuk memberikan fleksibilitas bagi PLN untuk mengakses pasar utang internasional guna mendanai berbagai keperluan pembiayaan dan belanja modal. Terakhir kali BUMN listrik tersebut menerbitkan global adalah 2009.
(nrs/dnl)











































