Demikian disampaikan Presiden Direktur Sinarmas Sekuritas Kokaryadi Chandra, di gedung BEI, SCBD Jakarta, Kamis (17/11/2011). Sinarmas Sekuritas merupakan penjamin emisi atas IPO Telesindo.
Kokaryadi menerangkan, kliennya akan menawarkan saham maksimal 40% ke publik, dengan total dana yang bisa diraih Rp 1 triliun. Namun kepastian porsi dan harga masih harus menunggu hasil bookbuilding mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Sinarmas Sekuritas juga akan menargetkan menjadi penjamin emisi dua obligasi tahun depan. Salah satu kliennya bergerak di industri tekstil.
"Bisa satu, dua lagi. Tahun depan kecil. Belum dapat yang gede-gede. Rp 300-an miliar. Minat tekstil mudah-mudahan ada, Kalau ngomong industri tekstil, saat ini sudah mulai membaik," tuturnya.
"China sudah mahal, jadi sudah kompetitif. Cina ingin cari partner lebih mudah. Perusahaan go public menarik negara dari luar untuk berinvestasi di dalam negeri," tegasnya.
Langkah perusahaan sektor riil untuk mencari alternatif pendanaan di pasar modal, sejalan dengan perkiraan Bursa Efek Indonesia (BEI). Jika di tiap tahunnya perusahaan pembiayaan, dan keuangan mendominasi penerbitan obligasi, diharapkan tahun depan lebih banyak perusahaan sektor riil.
"Sektor riil ke arah ekspansif. Dari BKPM sendiri terlihat. Mungkin bisa cari pinjaman bank, namun pada satu titik mereka memikirkan soft landing lain. Ini yang saya kira ada beberapa pemain (sektor riil) mulai meramaikan," ucap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito.
(wep/ang)











































