Pasalnya, kata dia, kinerja BUMN bidang farmasi obat generik tersebut semakin mencuat ke atas. Hal tersebut disampaikan olehnya ketika ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (18/11/2011).
"Bisa juga Indofarma yang mengakuisisi Kimia Farma. Semua peluang terbuka untuk itu," ujar Irnanda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena tahun sebelumnya perusahaan tersebut mengalami kerugian Rp 31,8 miliar. Bahkan harga saham perusahaan tersebut terkerek naik sampai 50%.
"Jadi nantinya peluang apapun, baik merger, akuisisi masih terbuka lebar oleh kedua perusahaan tersebut. Kita akan undang mereka untuk duduk bersama," jelasnya.
Nantinya, aksi korporasi ini akan dilihat dengan mempertimbangkan harga saham kedua perusahaan. Diharapkan, tidak akan merugikan para pemegang saham dua perusahaan BUMN farmasi tersebut.
"Kita undang mereka nanti, termasuk Mandiri Sekuritas untuk membicarakan skema mana yang cocok," tambah Irnanda.
Untuk dari kemungkinan Kimia Farma mengakuisisi Indofarma, Irnanda mengatakan bahwa akan dilihat mana yang terbaik. "Kita akan lihat mana akuisisi mana," singkatnya.
Rencana sebelumnya, justru Kimia Farma yang akan mengambil alih kepemilikan di Indofarma. Pasalnya emiten berkode KAEF ini kinerjanya lebih kinclong dengan arus kas yang lebih baik.
Selain itu, dari segi aset, Kimia Farma masih jauh di atas Indofarma. Hingga akhir September 2011, aset KAEF Rp 1,843 triliun, sementara INAF sebesar Rp 614 miliar. Sehingga akan lebih mudah jika Kimia Farma yang mencaplok Indofarma.
(ang/dnl)











































