Menurut manejemen Bumi Plc, kesepakatan itu terjadi beberapa minggu sebelum Rothschild, salah satu direksi di perusahaan tambang itu, mempertanyakan aksi korporasi tersebut di depan publik.
Hal tersebut menimbulkan tanda tanya mengenai motif pernyataan pria yang biasa disapa Nat itu. Pernyataan tersebut tertuang dalam surat tertanggal 8 November 2011 yang isinya mengkritik CEO Bumi Plc Ari Hudaya, karena tidak bisa bergerak cepat dalam menyelamatkan neraca anak usahanya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, manajemen Bumi Plc menyatakan telah terjadi kesepakatan antara ketiganya untuk Recapital dan Bukit Mutiara membayar kembali utang-utang tersebut. Kesepakatan ini terjadi pada 12 Oktober lalu.
"Kesepakatan ini sudah dibahas secara ekstensif di komite audit, termasuk jadwal pembayaran kembali piutang dan investasi BUMI yang akan digunakan untuk membayar utangnya sudah dipresentasikan direktur keuangan juga disepakati oleh dewan komisaris pada saat rapat di Jakarta 12 Oktober," kata manajemen BUMI dalam siaran pers, Jumat (18/11/2011).
"Seluruh jajaran direksi berdiskusi dan menyetujui jadwal pembayaran ini pada 12 Oktober. Mr Rothschild, sebagai direksi juga ikut hadir," kata Kepala Hubungan Investor Bumi Plc Nick von Schirnding.
Tiga minggu kemudian, Nat menulis surat yang ditujukan kepada Ari Hudaya, yang isinya: "Baru-baru ini anda sudah memperpanjang utang ke pihak terafiliasi di February 2011, bahkan saat BUMI sedang mengalami kesulitan keuangan," katanya.
"Saya kecewa dengan perubahan yang tiba-tiba ini, walaupun saya mengerti langkah manajemen ini sudah benar," kata Nat.
Menurut versi Rothschild, BUMI memperpanjang piutangnya ke Roeslani dan pihak terafilasinya sebanyak US$ 473 juta. Namun, kemarin Bumi Plc menyatakan piutang tersebut nilainya US$ 482 juta.
(ang/dnl)











































