Menurut Head of Division ASF, Fredyanto, obligasi menjadi bagian dari pendanaan dalam rangka pembiayaan kendaraan roda empat, selain pinjaman perbankan. Proses obligasi memasuki tahap final, dengan target penerbitan di triwulan I-2012.
"Pendanaan sama dengan tahun lalu. Bisa bank melalui join financing atau club deal, dan obligasi. Kemungkinan tahun depan juga senilai Rp 2 triliun. Kita lagi proses," ucapnya di Hotel Amaroossa, Bandung, Jumat (18/11/2011) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk pertumbuhan pembiayaan sekitar 10-12%, atau sama dengan industri otomotif," ucapnya.
Perusahaan pembiayaan lain untuk kendaraan roda dua, FIF juga akan menerbitkan obligasi senilai Rp 2 triliun. Obligasi akan dipakai untuk pembiayaan motor baru yang ditargetkan Rp 24 triliun (outstanding) tahun depan.
"Jumlahnya akan sama dengan tahun lalu, Rp 2 triliun. Obligasi untuk pembiayaan. Untuk obligasi jatuh tempo, kami melunasi dengan dana internal," tegas Head of Division FIF, Djap Tet Fa.
FIF menargetkan pembiayaan motor akan tumbuh maksimal 12% tahun depan. Pembiayaan akan banyak terjadi di luar pulau Jawa, khususnya Sumatera dan Kalimantan.
"Pertumbuhan di luar Jawa sangat tinggi. Terlebih dengan turunnya tingkat suku bunga, diharapkan dapat menurunkan bunga di perbankan. Di Sumatera dan Kalimantan, kepemilikan motor masih sangat rendah. Hingga kondisi ini sangat pas untuk memiliki," ujar Djap.
(wep/dnl)











































