"Ya begini saja, kita masih melihat pelemahan rupiah ini akibat sentimen global jadi jangan khawatir berlebihan. Mudah-mudahan cepat teratasi," kata Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/11/2011).
Menurut Hartadi, pelemahan rupiah terhadap dolar AS masih sangat terjaga dan masih pada batas yang dianggap wajar oleh BI. "Sampai akhir tahun masih menguat," tambah Hartadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Darmin mengatakan hingga Oktober 2011 rupiah masih menunjukkan apresiasinya yang sebesar 1,77% dengan volatilitas yang terjaga di 5,2%.
"Dan jika dibandingkan Korea ya kita sudah pasti lebih baik. Namun perlu diingat sekarang ini memang ada negara yang sengaja melemahkan mata uangnya seperti Singapura," terang Darmin. Hal tersebut, sambung Darmin dilakukan karena presentase ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi cukup tinggi sehingga diperlukan mata uang yang tidak terlalu kuat di pasarnya.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.055 dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp 9.060.
(dru/dnl)











































