BI: Rupiah Melemah, Jangan Khawatir Berlebihan

BI: Rupiah Melemah, Jangan Khawatir Berlebihan

- detikFinance
Selasa, 22 Nov 2011 17:50 WIB
BI: Rupiah Melemah, Jangan Khawatir Berlebihan
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menegaskan pelemahan rupiah yang terjadi belakangan tidak perlu dikhawatirkan. BI meyakini nilai tukar rupiah akan kembali stabil dan menunjukkan penguatannya sampai akhir 2011. Bank sentral memandang nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS lebih dikarenakan sentimen global.

"Ya begini saja, kita masih melihat pelemahan rupiah ini akibat sentimen global jadi jangan khawatir berlebihan. Mudah-mudahan cepat teratasi," kata Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/11/2011).

Menurut Hartadi, pelemahan rupiah terhadap dolar AS masih sangat terjaga dan masih pada batas yang dianggap wajar oleh BI. "Sampai akhir tahun masih menguat," tambah Hartadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tempat yang sama Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan secara fundamental flukutasi rupiah memang terjadi. Hal ini lebih dikarenakan suku bunga negara maju yang masih mempertahankan di tingkat yang sangat rendah. "Karena hanya itu instrumen yang digunakan untuk mendorong perekonomiannya karena tidak ada kemampuan fiskal," jelas Darmin.

Namun, Darmin mengatakan hingga Oktober 2011 rupiah masih menunjukkan apresiasinya yang sebesar 1,77% dengan volatilitas yang terjaga di 5,2%.

"Dan jika dibandingkan Korea ya kita sudah pasti lebih baik. Namun perlu diingat sekarang ini memang ada negara yang sengaja melemahkan mata uangnya seperti Singapura," terang Darmin. Hal tersebut, sambung Darmin dilakukan karena presentase ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi cukup tinggi sehingga diperlukan mata uang yang tidak terlalu kuat di pasarnya.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.055 dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp 9.060.

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads