Kekhawatiran investor memuncak menyusul penjualan surat utang Jerman yang tidak laku, sehingga memunculkan spekulasi krisis mulai memasuki Berlin. Rendahnya permintaan terhadap surat utang Jerman menunjukkan investor melihat investasi di kawasan Eropa masih sangat berisiko.
Lelang surat berharga Jerman berjangka 10 tahun sebesar 6 miliar euro, Bank Sentral harus menyerap 39 persen diantaranya. Sementara bank komersial hanya membeli sekitar 3,644 miliar euro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Rabu (23/11/2011), indeks Dow Jones ditutup melemah 236,17 poin (2,05%) ke level 11.257,55. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 26,25 poin (2,21%) ke level 1.161,79 dan Nasdaq merosot 61,20 poin (2,43%) ke level 2.460,08.
Krisis di Eropa dan masalah kegagalan tercapainya kesepakatan penanganan defisit AS telah menggerus pasar saham, dan kini indeks S&P tercatat telah merosot lebih dari 7% dalam 6 sesi terakhir. Pasar saham global bahkan mencatat level terburuknya dalam 6 pekan
Sentimen negatif tambahan adalah data manufaktur China yang tercatat menurun ke titik terendahnya dalam 32 bulan terakhir pada bulan November.
Perdagangan berjalan sepi menjelang hari libur Thanksgiving, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 6,9 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian yang sebesar 8 miliar lembar saham.
"Tidak ada permintaan beli, tapi ini tidak berarti benar-benar tidak ada permintaan yang kuat. Ini hanya berarti bahwa mungkin kita sedang bekerja menghilangkan 'oversold-ness' dengan aksi yang bergejolak di 1.160-1.180 untuk S&P," ujar Joseph Cusickk, analis senior dari OptionXpress Holdings Inc.
(qom/qom)











































