Krisis Eropa Terus Menekan, IHSG Melemah 26 Poin

Krisis Eropa Terus Menekan, IHSG Melemah 26 Poin

- detikFinance
Kamis, 24 Nov 2011 09:36 WIB
Krisis Eropa Terus Menekan, IHSG Melemah 26 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkena koreksi, kali ini melemah 26 poin. Krisis utang Eropa yang tak kunjung usai terus menekan indeks.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di posisi Rp 9.100 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.060 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG turun 26,031 poin (0,71%) ke level 3.660,977. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah 6,518 poin (1,01%) ke level 644,526.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Membuka perdagangan, Kamis (24/11/2011), IHSG melemah 26,246 poin (0,72%) ke level 3660,752. Indeks LQ 45 turun 6,572 poin (1,00%) ke level 644,472.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, koreksi IHSG bisa sedikit melambat, turun 17,601 poin (0,48%) ke level 3.669,407. Sementara Indeks LQ 45 melemah 3,776 poin (0,58%) ke level 647,268.

Kemarin, IHSG melemah 48 poin terseret koreksi tinggi yang terjadi di saham-saham grup Astra. Saham-saham bluechip lainnya juga ikut terkena tekanan jual.

Merosotnya bursa Wall Street akibat memburuknya krisis Eropa dan data manufaktur China yang negatif akan terus menggerus IHSG meski kini posisinya sudah sangat jenuh jual.

Kekhawatiran investor memuncak menyusul penjualan surat utang Jerman yang tidak laku. Rendahnya permintaan terhadap surat utang Jerman menunjukkan investor melihat investasi di kawasan Eropa masih sangat berisiko.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional pagi ini:


  • Indeks Komposit Shanghai turun 17,56 poin (0,73%) ke level 2.395,06.  
  • Indeks Hang Seng melemah 110,44 poin (0,62%) ke level 17.753,99.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 120,56 poin (1,45%) ke level 8.194,18.  
  • Indeks Straits Times naik tipis 2,11 poin (0,08%) ke level 2.678,68.  

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah di posisi Rp 9.100 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.060 per dolar AS.


(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads