Perdagangan di lantai bursa tampak cukup ramai dengan harapan pendapatan para emiten sektor konsumer bisa melonjak akibat adanya 'Black Friday', tradisi orang Amerika Serikat (AS) berbelanja menjelang hari Thanksgiving.
Namun semua harapan itu sirna setelah sentimen dari krisis utang Eropa menguasai pasar. Hanya dalam 20 menit sebelum penutupan perdagangan, tiga indeks utama di bursa paman sam itu jatuh ke zona merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama juga terjadi di imbal hasil surat utang negara Eropa lainnya, seperti Spanyol, Prancis dan Jerman. Berinvestasi di benua tersebut menjadi sangat berisiko untuk saat ini.
"Perdagangan berjalan dengan sangat hati-hati sejak tidak lakunya surat utang Jerman, ini menunjukkan kekhawatiran yang semakin tinggi menyebar di seluruh Eropa," kata Analis WhatsTrading.com Frederick Ruffy dikutip dari Reuters, Sabtu (26/11/2011).
Selain itu, lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's baru saja menurunkan peringkat utang Belgia dari double A plus (+AA) menjadi double A (AA) akibat kondisi keuangannya yang semakin bermasalah..
Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 25,77 poin (0,23%) ke level 11.231,78. Indeks Standard & Poor's 500 turun 3,12 poin (0,27%) ke level 1.158,67, dan Indeks Komposit Nasdaq menipis 18,57 poin (0,75%) ke level 2.441,51.
Dalam sepekan, Indeks S&P 500 jatuh 4,7%, kehilangan sekitar dua pertiga poin yang sudah dicetaknya sejak bulan Oktober lalu dari posisi tertinggi pasar dalam 20 tahun ke belakang. Indeks Dow Jones terpangkas 4,8% sementara Nasdaq anjlok 5,1%.
(ang/ang)











































