Sentimen itu juga sempat membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok terus dalam beberapa perdagangan terakhir. Namun, menurut Perencana Keuangan Lisa Soemarto, investor lokal jangan panik dan buru-buru melepas portofolio sahamnya.
Justru, kata Lisa, saat pasar anjlok seperti sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk menambah portofolio. Pasalnya, harga-harga saham terdiskon sangat tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya koreksi di pasar saham lokal, maka instrumen investasi reksa dana saham juga ikut terkena dampaknya. Kesempatan seperti inilah yang harus dimanfaatkan oleh investor.
"Kita kan sudah punya perencanaan berkala untuk investasinya, kita sudah tentukan jangka waktunya bisa 5 tahun atau 10 tahun sehingga tahu kapan dana akan diuangkan," ujarnya.
"Sehingga di masa krisis kalau ada dana kita bisa beli, justru jangan tarik investasi ketika market buruk, karena kita tidak butuh uangnya kan," jelasnya.
Lisa mengatakan, krisis kali ini jauh berbeda dengan masa krisis 1998 lalu, saat itu fundamental Indonesia memang jelek sekali. Berbeda dengan kondisi sekarang yang secara fundamental Indonesia jauh sekali dari ancaman krisis.
"Pada saat itu yang paling baik pegang uang tunai, tidak ada orang yg mau beli apa-apa. Properti saja nilainya turun tidak ada yang berani (beli)," tambahnya.
(ang/ang)











































