Jelang Akhir 2011, WIKA Kebut Selesaikan Proyek Pembangkit Listrik

Jelang Akhir 2011, WIKA Kebut Selesaikan Proyek Pembangkit Listrik

- detikFinance
Minggu, 27 Nov 2011 16:30 WIB
Jelang Akhir 2011, WIKA Kebut Selesaikan Proyek Pembangkit Listrik
Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus 'ngebut' menyelesaikan beberapa proyek investasi untuk mengejar target laba perseroan di akhir 2011. Diantaranya terdapat beberapa proyek pembangkit listrik yang mulai beroperasi di Desember 2011.

Meskipun sudah ada proyek investasi yang memberikan pertambahan penjualan (sales) dan laba bagi WIKA di tahun 2011 ini, yaitu PLTD Pesanggaran Bali 3x18 MW namun untuk beberapa proyek investasi lainnya yaitu PLTD Ambon 25 MW, PLTG Borang 60 MW dan PLTG Rengat 20 MW, baru akan menyumbang penjualan Perseroan efektif mulai tahun 2012, yang ditargetkan keempatnya akan menambah pendapatan Perseroan rata-rata Rp 469,99 miliar/tahun hingga 2019 nanti.

Untuk saat ini, WIKA hampir menyelesaikan pekerjaan struktur sipil di proyek PLTD Ambon 25 MW. Sejak kedatangan mesin PLTD dari Agustus 2011 lalu, dan setelah dilakukan pemasangan mesin di atas pondasi, awal bulan Desember nanti akan dilakukan commercial operate date (COD-mesin pertama kali aktif menyala untuk menghasilkan listrik/kwh) I untuk dua mesin, menyusul tiga mesin lainnya yang juga akan dilakukan COD pada akhir Desember 2011 nanti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, progres untuk PLTD Rengat 20 MW di Rengat, Kepulauan Riau, enam mesin yang didatangkan dari Austria sudah tiba akhir Oktober lalu dan sudah terpasang di atas pondasi. Saat ini sedang dilakukan alignment atau penginstallan mesin (enginee) dengan sistem generator (genset) untuk pengaktifan mesin. COD rencananya akan dilakukan serentak untuk enam mesin pada 22 Februari 2012 dan nantinya listrik dijual dengan harga Rp 335/kWh.

Proyek Investasi WIKA lainnya adalah PLTG 60 MW Borang yang berlokasi di Palembang, yang saat ini sudah memasuki progress 70%. Struktur untuk pondasi transformer dan gedung administrasi sedang dalam tahap penyelesaian, sementara fasilitas pendukung seperti jalan akses proyek dan saluran pembuangan air sudah dapat dimanfaatkan.

Dua mesin yang didatangkan dari Hongaria baru akan tiba akhir Desember 2011 dan diharapkan pada Januari 2012 sudah dilakukan COD untuk dua mesinsekaligus. Rencananya istrik akan dijual Rp495/kWh. Keempat pembangkit tersebut nantinya akan menyumbang laba Perseroan setiap tahunnya dari tahun 2012 hingga 2019 sebesar 10% dari penjualan per tahun.

"Empat pembangkit tersebut akan menambah laba Perseroan sebesar Rp 46,998 miliar/tahun mulai tahun depan. Sementara untuk tahun ini sektor energi diperkirakan akan menyumbang 10% dari pendapatan WIKA, yaitu Rp 35 miliar, dan ke depan dipastikan akan meningkat lagi, karena kami berencana menambah investasi di proyek PLTG Siak 28 MW dan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydro) 13 MW di Jawa Barat. Dengan adanya kegiatan recurring income ini maka akan menjamin Perseroan untuk tetap growth, terutama untuk mendukung penjualan dan laba Perseroan. Untuk itu WIKA harus tetap harus fokus pada target yang telah ditetapkan bersama,” jelas Sekretaris Perusahaan WIKA Natal Argawan dalam siaran persnya Minggu (27/11/2011).

Selain investasi di sektor energi, WIKA juga melakukan investasi di bidang infrastruktur. Tol Sumo Seksi 1-A (Waru-Sepanjang) milik Marga Nujyasmo Agung (Konsorsium Jasa Marga-WIKA-Moeladi) sepanjang 2,3 km dari total panjang 36,27 km sudah beroperasi sejak awal September 2011 lalu, dan saat ini WIKA sedang menyelesaikan jalan tol Sumo Seksi IB dan Seksi 4 (Krian-Mojokerto).

Di mega proyek ini WIKA memiliki saham 20%. WIKA juga berinvestasi untuk jalan Tol Serangan-Tanjung Benoa di Bali sepanjang 10 km yang dibangun oleh konsorsium Jasa Marga, Pelindo III, PT AngkasaPura I, Bali Tourism Development Center, Hutama Karya, WIKA, dan Adhi Karya yang mana WIKA memiliki saham 5%.

Strategi bisnis investasi WIKA juga didukung oleh kegiatan investasi perusahaan anak. Pabrik beton milik WIKA Beton di Karawang, Jawa Baratyang memiliki luas 15,5 Ha tersebut telah memproduksi 28 ribu ton produk beton pracetak non putar sejak Juli 2011 lalu setelah konstruksi pabrik ini mulai dibangun tepat setahun yang lalu dan selesai bulan Juni 2011.

ProdukPabrik Beton (PPB) di Karawang ini adalah pabrik ke-8 yang dimiliki PT Wijaya Karya Beton untuk menghasilkan box girder, sheet pile, tiang beton, tiang transimisi dan tiang pancang.

"Adapun proyek yang menggunakan produk ini adalah Proyek jalan Non Tol Kampung Melayu-Tanah Abang serta kebutuhan sheet pile (dinding beton penahan tanah) untuk proyek di sekitar Jabodetabek, Serang dan Jawa Barat. Hingga September 2011 nilai investasi ini terealisasi Rp 130 miliar dengan target akhir 2011 mencapai Rp 144 miliar," papar Natal.

Selain itu, tahun 2012 akan dibangun Apartemen, Condotel dan area perkantoran, yaitu sebuah proyek investasi milik WIKA Realty yang berlokasi di Cawang Jakarta Timur (Kav.3-4).

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads