Ambruknya jembatan tersebut membuat proses pengiriman batubara tiga emiten itu lewat kapal menjadi terhambat. Sentimen ini menekan harga saham tiga perusahaan swasta tersebut.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (28/11/2011), hingga pukul 10.20 waktu JATS, harga saham ketiga emiten tersebut tidak menggembirakan, padahal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak pagi tadi sudah menguat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara saham HRUM turun 400 poin (5,44%) ke level Rp 6.950 per lembar. Sahamnya tertekan tekanan jual dan diperdagangkan 875 kali dengan volume 12.845 lot senilai Rp 45,334 miliar.
Hal yang sama terjadi pada saham ITMG, sebanyak 2.266 lot sahamnya ditransaksikan 715 kali, dengan nilai Rp 43,702 miliar didominasi aksi jual. Sahamnya anjlok 650 poin (1,67%) ke level Rp 38.050 per lembar.
Seperti diberitakan, Jembatan Kutai Kartanegara yang menghubungkan 2 wilayah Kecamatan Tenggarong Seberang dan Kecamatan Tenggarong, ambruk pada Sabtu (26/11/2011). Akibat dari insiden jembatan yang masih berusia 10 tahun itu, sedikitnya 10 orang meninggal dunia, 40 orang luka-luka, serta 33 orang dilaporkan hilang.
Menteri PU Djoko Kirmanto yang juga tiba di lokasi menyebut ambruknya jembatan tersebut terbilang langka mengingat jembatan tersebut masih berusia 10 tahun. Upaya pencarian korban pun masih terus dilakukan hingga saati ini dengan melibatkan tim SAR gabungan.
(ang/dnl)











































