Nilai Tukar Rupiah Masih Lebih Baik Dibanding Ringgit Malaysia

Nilai Tukar Rupiah Masih Lebih Baik Dibanding Ringgit Malaysia

- detikFinance
Selasa, 29 Nov 2011 17:24 WIB
Nilai Tukar Rupiah Masih Lebih Baik Dibanding Ringgit Malaysia
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pelemahan nilai tukar alias depresiasi terhadap dolar AS masih lebih baik dibanding pelemahan mata uang di negara-negara kawasan. Rupiah masih 'unggul' dibanding Ringgit Malaysia, Dolar Singapura dan Won Korea.

"Secara keseluruhan rupiah masih dalam posisi yang lebih baik dibanding Ringgit Malaysia (MYR), Dolar Singapura (SGD) dan Korea Won (KRW)," ungkap Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (29/11/2011).

Namun Perry mengakui pelemahan nilai rukar rupiah masih jauh lebih besar bila dibandingkan dengan Peso Filipina (PHP) dan Baht Thailand (THB).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak akhir tahun 2010 sampai 25 November 2011, depresiasi rupiah tercatat sebesar 0,5%, hanya kalah oleh PHP sebesar 0,1%, dan jauh lebih baik dibanding THB sebesar 4,2%, MYR 4%, KRW 3,3% dan SGD sebesar 2,2%.

"Memang tidak bisa dipungkiri tekanan di global memberi tekanan ke nilai tukar rupiah. Tapi komitmen BI untuk stabilitas nilai tukar tetap dilakukan, sejalan dengan perkembangan nilai tukar di kawasan," papar Perry.

Menurut Perry, krisis berkepanjangan di Eropa membuat perekonomian dunia bergejolak, sehingga menyebabkan pelemahan nilai tukar akibat banyak investor yang mulai melarikan dananya ke negara-negara dengan mata uang yang relatif lebih aman atau yang biasa disebut dengan save heaven currency macam Dollar Amerika Serikat (USD) atau Yen Jepang (JPY).

Gejolak Eropa sendiri mulai memuncak pada awal September 2011, bank sentral mencatat depresiasi rupiah sejak akhir Agustus sampai 25 November 2011 sebesar 5,8%, lebih tinggi dari PHP sebesar 2,8% dan THB sebesar 3,2%, namun lebih baik ketimbang MYR sebesar 6,7%, KRW 8% dan SGD 8,2%.

"Kalau seluruh mata uang mengalami pelemahan, ya kita tidak bisa tidak kena, pasti kena juga pelemahan. Nah untuk itu kita jaga tingkat stabilitasnya," kata Perry.

Upaya stabilisasi nilai tukar rupiah, lanjutnya, dilakukan dengan melakukan intervensi di pasar valuta asing dengan menjual USD dari cadangan devisa, dan tetap membeli SBN (surat berharga negara) di pasar sekunder.

(dru/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads