Bank Buana Berminat Ikut Divestasi Bank Permata
Senin, 19 Jul 2004 13:47 WIB
Jakarta - PT Bank Buana Indonesia Tbk berencana ikut serta dalam divestasi 71 persen saham PT Bank Permata Tbk. Rencananya, perseroan akan membentuk konsorsium bersama UOB International Investment Private Ltd (Singapura) yang juga pemegang 23 persen saham Bank Buana."Kita memang ada rencana (ikut divestasi). Saat ini sedang dipikirkan dan sudah menunjuk dua direktur yakni Pardi Kendy dan Safrulloh Hadi Saleh untuk menangani. Tapi kita butuh konsorsium. Ini kan bank besar," kata Presiden Direktur Bank Buana, Jimmy K. Laihad, usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung di kantornya, Jl. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Senin (19/7/2004).Ditegaskan Jimmy, jika keikutsertaan dalam divestasi Bank Permata jadi dilaksanakan maka pihaknya akan menggandeng UOB. Pasalnya, jika semua pembelian saham Bank Permata menggunakan dana internal, dikhawatirkan akan melanggar ketentuan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).Ketika ditanya kesediaan UOB untuk membentuk konsorsium, Jimmy mengaku, hal itu masih terus dibicarakan. "Ya, kita akan segera bicarakan dengan UOB karena mereka saja baru disetujui RUPS, masih harus fit and proper test lagi," katanya.Menurut Jimmy, sejak awal pihaknya sudah menyampaikan kepada UOB bahwa Bank Buana ingin melakukan pengembangan usaha, ketika perusahaan itu ingin masuk sebagai pemegang saham . "Jadi waktu masuk mereka tidak menyatakan keberatan. Kita kan ingin menjadi bank bagus, yang salah satunya di-support UOB," tuturnya.Mengenai keinginan memiliki saham Bank Permata, lanjut dia, karena diharapkan secara bisnis kedua bank bisa saling melengkapi. Bank Buana dari sisi produk lebih banyak ke usaha kecil dan menengah (UKM), sedangkan Bank Permata lebih membidik konsumen. sehingga diharapkan perbedaan produk tersebut bisa saling melengkapi. Terlebih, Bank Permata memiliki jaringan yang cukup baik, terutama di tempat-tempat publik seperti pusat perdagangan.Sedangkan Direktur Bank Buana Pardi Kendy menambahkan, secara resmi Bank Buana belum bisa menyampaikan unit usaha apa saja yang akan diambil untuk dikembangkan perseroan. "Yang jelas, yang bisa memberi nilai tambah," kilahnya.Dalam RUPSLB tadi, pemegang saham menyetujui masuknya 2 anggota komisaris baru yang mewakili UOB yakni Wakil Komisaris Utama Lau Hwai Keong Michael dan anggota komisaris Aw Tee Woo. Namun kedua komisaris tersebut masih harus menjalani fit and proper test oleh Bank Indonesia.
(ani/)











































