Didorong Bursa Global dan Regional, IHSG Naik 14 Poin

Didorong Bursa Global dan Regional, IHSG Naik 14 Poin

- detikFinance
Rabu, 07 Des 2011 09:36 WIB
Didorong Bursa Global dan Regional, IHSG Naik 14 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 14 poin disemangati rencana penambahan nilai dana talangan krisis Eropa. Penguatan bursa global dan regional juga memberi imbas positif.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di posisi Rp 9.080 per dolar AS sama seperti penutupan perdagangan kemarin.

Pada perdagangan preopening, IHSG menguat 12,073 poin (0,32%) ke level 3.764,747. Sedangkan Indeks LQ 45 naik 3,035 poin (0,46%) ke level 667,463.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengawali perdagangan, Rabu (7/12/2011), IHSG dibuka naik 14,907 poin (0,40%) ke level 3.767,581. Indeks LQ 45 dibuka menguat 3,542 poin (0,53%) ke level 667,970.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG bertambah 17,552 poin (0,47%) ke level 3.770,226. Sementara Indeks LQ 45 menguat 3,981 poin (0,60%) ke level 668,409.

Kemarin, IHSG ditutup melemah 28 poin berbarengan dengan tertekannya mata uang rupiah. Ancaman resesi uni Eropa dan melambatnya ekonomi AS membuat investor khawatir.

Optimisme pelaku pasar bertambah menyusul laporan Financial Times soal rencana para pemimpin Eropa mendiskusikan mekanisme menambah dana penyelamatan dalam pertemuan mendatang. Laporan itu mengutip pejabat senior Eropa.

Bursa-bursa di Asia juga menyambut positif rencana ini, seluruhnya berjalan kompak di zona hijau. Namun, poin yang dicetaknya belum terlalu signifikan.

Berikut situasi di bursa-bursa regional pagi ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 8,31 poin (0,36%) ke level 2.334,22.  
  • Indeks Hang Seng menanjak 182,12 poin (0,96%) ke level 19.124,35.  
  • Indeks Nikkei 225 naik 75,18 poin (0,88%) ke level 8.650,34.
  • Indeks Straits Times bertambah 15,29 poin (0,56%) ke level 2.764,53.  

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di posisi Rp 9.080 per dolar AS sama seperti penutupan perdagangan kemarin.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads