Menurut Direktur BEI, Eddy Sugito, telah terjadi ketidakwajaran pergerakan saham MYOH. Pihak telah mengkonfirmasi kepada perseroan sejak 1 Desember lalu.
Naiknya harga saham MYOH telah terjadi sejak pekan lalu. Sejak 30 November, saham MYOH hanya berada di level Rp 425 per lembar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjut ke awal pekan ini, saham MYOH melanjutkan tren kenaikan dan dibuka Rp 750 per lembar pada awal perdagangan Senin (5/12/2011). Saham perseroan telah menembus auto reject (AR) atas selama dua hari berturut-turut.
Hingga perdagangan pukul 15.15, saham MYOH berada di level Rp 1.180 per lembar, atau naik 96,55% dibandingkan harga pembukaan awal pekan ini.
Belum ada keterangan resmi dari manajemen MYOH terkait tren kenaikan tidak wajar ini. Namun, disinyalir pasar merespon atas rencana perubahan bisnis inti mereka dari jasa informasi teknologi (IT) menjadi kontraktor batu bara.
MYOH juga berencana melakukan penawaran umum terbatas (PUT) atau rights issue senilai Rp 529 miliar. Dana yang berhasil diraup dari aksi korporasi ini akan digunakan perseroan untuk mengakuisisi 99% saham PT Sims Jaya Kaltim (SIMS). Saham-saham yang ditawarkan dalam aksi korporasi ini jika tidak dieksekusi oleh pemegang saham maka akan diserap sepenuhnya oleh SAMTAN Co. Ltd. selaku pembeli siaga.
Berdasarkan rumor pasar yang dikabarkan detikFinance sebelumnya, saham MYOH akan naik ke level Rp 600 per lembar. Jika mengacu posisi terkini, saham MYOH sudah jauh melesat dibandingkan perkiraan para pelaku pasar.
BEI selanjutnya, meminta investor mencermati kinerja saham TMPI, dan mempertimbangkan segala kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari. Investor juga diharapkan menjadi kembali rencana corporate action perseroan apabila rencana tersebut belum mendapat persetujuan RUPS.
(wep/ang)











































