Kesepekatan itu juga diyakinin bisa memperbaiki masalah utang struktural di masing-masing negara Eropa. Namun, investor masih belum puas dan masih menunggu langkah nyata Eropa dalam perjuang melawan krisis tersebut.
"Kesepakatan (pengetatan) fiskal itu akan membantu, tapi tidak untuk jangka panjang," kata George Feiger, CEO Contango Capital Advisors di San Francisco, dikutip dari Reuters, Sabtu (10/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam menyambut rencana tersebut, indeks S&P 500 naik hingga 6,5% percent dibandingkan akhir November lalu. Sayangnya, kemarin bursa paman sam itu jatuh sangat dalam akibat European Central Bank (ECB) menyatakan tidak akan agresif membeli obligasi negara-negara Eropa.
Pasalnya, banyak investor yang menduga ECB akan berkomitmen membeli obligasi Eropa dalam jumlah besar untuk membantu pasar. Ternyata harapa tersebut keliru.
Setidaknya, perdagangan Jumat kemarin bisa mengganti kehilangan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya, kata salah satu pialang saham.
Indeks Dow Jones melonjak 186,56 poin (1,55%) ke level 12,184.26. Indeks Standard & Poor's 500 menanjak 20,84 poin (1,69%) ke level 1.255,19. Indeks Komposit Nasdaq tumbuh 50,47 poin (1,94%) ke level 2.646,85.
Dalam sepekan, indeks Dow Jones naik 1,4%, Indeks S&P menguat 0,9% dan Indeks Komposit Nasdaq bertambah 0,8%.
(ang/ang)
