Menurut Presiden Direktur KBLV, Irwan Djaja, belanja modal 2012 jauh lebih besar dibanding anggaran tahun ini yang hanya Rp 400 miliar. Dana maksimal Rp 545,1 miliar akan dihabiskan untuk ekspansi jaringan home pass, khususnya layanan data pita lebar.
"Tahun depan kami akan meningkatkan home pass, guna meningkatkan jumlah pelanggan, peningkatan produksi untuk TV kabel, peningkatan layanan pelanggan dengan one stop service dan juga membangun news room," tuturnya di Jakarta, Senin (12/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini layanan internet mengkontribusi 48% dari pendapatan perseroan. Sementara TV kabel 26%, sisanya DCS 11%, dan Media 5%.
Keseluruhan layanan ini dipakai oleh 590 ribu pelanggan perseroan hingga September ini. Hingga akhir tahun perseroan optmis mendapat tambahan pelanggan hingga 60 ribu home pass.
Capex sebagian besar diambil dari kas internal. Porsi terkecil diambil dari pinjaman bank atau pendanaan melalui pasar modal. Namun, Irwan masih merahasiakan model pendanaan eksternal tersebut.
"Kami lakukan pendekatan, tapi belum kami katakan. Hal tersebut juga berlaku untuk opsi mengambil pendanaan dari pasar modal. Masih kami susun dan mencari opsi yang pas," ucapnya.
(wep/ang)











































