Dua Emiten Genapkan 25 IPO Tahun 2011

Dua Emiten Genapkan 25 IPO Tahun 2011

- detikFinance
Rabu, 14 Des 2011 11:45 WIB
Dua Emiten Genapkan 25 IPO Tahun 2011
Jakarta - Besar harapan target 25 emiten baru yang mencatatkan saham perdana di 2011 akan tercapai. Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menantikan proses listing dua emiten, yakni PT Greenwood Sejahtera dan PT Saranacentral Bajatama.

"Mudah-mudahan akan sampai (target). Ada dua lagi akan sampai," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Edy Sugito di kantornya, Rabu (14/12/2011).

Hingga hari ini, emiten baru yang mencatatkan sahamnya di BEI berjumlah 23 perusahaan. Terakhir PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) yang listing hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada pembukaan perdagangan, saham distributor Blackberry ini turun tipis 1% ke level Rp 990, dari harga pelaksanaan Rp 1.000. Saham Erajaya sempat turun tajam hingga Rp 970. Posisi terkini saham perseroan stagnan pada level Rp 1.000.

Edy yakin, dua perusahaan lain akan listing hingga penghujung tahun. Yakni, PT Greenwood Sejahtera dan PT Saranacentral Bajatama.

"Saranacentral sudah efektif di Bapepam, jadi minggu depan bisa listing. Satu lagi Greenwood. Mudah-mudahan minggu ini efektif dan bisa listing," ujarnya.

PT Saranacentral Bajatama memang berencana saham perdana 400 juta lembar, atau setara 22.22% dari total saham yang dicatatkan. Kisaran harga IPO perseroan Rp 250- Rp 425 per lembar.

Target perolehan dana Saranacentral Rp 150 miliar dan maksimum Rp 170 miliar. Sekitar 50% dana dialokasikan untuk pembelian mesin, sisanya untuk modal kerja. Dengan pembelian mesin baru, perseroan menargetkan penjualan naik dua kali lipat di 2012.

Saranacentral diperkirakan listing di 22 Desember, dengan masa penawaran awal 13-15 Desember. Sedangkan penjatahan pada 19 Desember.

Sedangkan, Greenwood akan menjual 3,34 miliar lembar saham baru atau setara 35% total saham yang dicatatkan. Kisaran harga yang ditetapkan Rp 275-Rp 325 per lembar. Dana IPO digunakan untuk membiayai pembangunan proyek The City Center.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads