Membuka perdagangan, IHSG berkurang 12,004 poin (0,32%) ke level 3.751,575 mengikuti tren negatif bursa Asia. Pernyataan bank sentral AS yang tidak akan memberikan stimulus tambahan membayangi pelaku pasar.
Setelah sempat terpuruk hingga ke level terendahnya di 3.751,052, indeks sempat singgah ke zona hijau meski hanya sekejap. Indeks pun hanya naik hingga ke level 3.765,091 sebelum akhirnya kembali jatuh ke teritori negatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana perdagangan tidak terlalu ramai karena investor masih melakukan aksi tunggu terkait penyelesaian krisis utang Eropa. Namun, ada beberapa aksi jual di saham-saham unggulan sehingga membuat IHSG terkoreksi.
Hanya dua sektor yang menguat, yaitu konsumer dan industri dasar. Selebihnya, indeks sektoral terjebak di teritori negatif akibat tekanan jual.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 65.924 kali pada volume 3,147 miliar lembar saham senilai Rp 1,754 triliun. Sebanyak 96 saham naik, sisanya 103 saham turun, dan 88 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia akhirnya kembali tumbang ke zona merah, padahal pagi tadi bursa saham China sempat menguat tipis. Investor regional juga masih belum bersemangat bertransaksi.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun tipis 3,02 poin (0,13%) ke level 2.245,57. Â
- Indeks Hang Seng menipis 33,38 poin (0,18%) ke level 18.413,79. Â
- Indeks Nikkei 225 melemah 65,47 poin (0,77%) ke level 8.487,34. Â
- Indeks Straits Times turun 8,03 poin (0,30%) ke level 2.677,71. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.400 ke Rp 73.550, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 400 ke Rp 11.500, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 37.250, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 16.850.
(ang/dnl)











































