Saat niat menjadi perusahaan terbuka muncul, namun dianggap tidak memenuhi kualifikasi, BEI tidak segan-segan untuk menolak dan menyarankan untuk menunda rencana membagi porsi kepemilikan kepada publik itu.
Sepanjang 2011, menurut Direktur Pengawasan Perusahaan BEI, Edy Sugito, pihaknya telah meminta tiga calon emiten untuk menunda proses IPO. Alasannya, fundamental perusahaan tidak baik hingga riskan jika niat tersebut tetap dijalankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka, penting bagi BEI untuk menjaga kualitas emiten yang tercatat di pasar modal Indonesia, seraya mengejar target 25 emiten tercatat baru di 2012.
"Kuantitas perlu, tapi kami quality dikedepankan," paparnya.
Hal senada disampaikan Direktur BEI, Frederica Widiasari. Menurutnya, pihaknya lebih mementingkan kualitas emiten, hingga usai listing perusahaan tbk tidak menjadi beban IHSG.
"Kami sering menolak (calon emiten) yang tidak memenuhi kualifikasi," ucap Frederica kemarin.
Frederica pun menyampaikan, BEI tahun ini menjadi bursa terbaik se-Asia Tenggara. Ini merupakan pencapaian selama dua tahun berturut-turut. Terjaganya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama satu tahun ini, menjadikan bursa Indonesia mampu mengalahkan performa bursa di negara lain.
"Saya baru dapat informasi, Bursa Efek Indonesia menjadi bursa terbaik di south east asia, tahun ini. Sejak tahun 2009. Rencananya akan terima penghargaan di KL (Kuala Lumpur) tahun depan," katanya.
Sepanjang lima tahun mendatang, IHSG terus meraih pertumbuhan dan menjadi salah satu yang terbesar, baik di kawasan bahkan dunia. Pada 2009, IHSG meraih pertumbuhan 86,98% atau yang tertinggi di dunia. Setahun selanjutnya, dengan pertumbuhan 46,13% IHSG juga menjadi yang terbaik.
Tahun ini, hingga 9 Desember 2011 (year to date) indeks masih positif 1,51% ditengah fluktuasi pasar saham dunia akibat krisis Eropa yang belum juga usai. Indeks bursa domestik hanya kalah dari Dow Jones yang positif 3,63%.
(wep/ang)











































