Menurut keterangan manajemen Ti-phone, Kamis (15/12/2011), nilai nominal saham sebesar Rp 100 per lembar, dengan harga penawaran yang dipublikasi setelah tanggal efektif didapat dari Bapepam-LK, yang ditargetkan pada 30 Desember mendatang.
Perseroan juga menerbitkan waran I sebanyak 1,337 miliar lembar. Waran diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif dari pemegang saham baru. Setiap pemegang dua saham baru berhak atas satu waran. Waran yangg diterbitkan memiliki jangka waktu lima tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT Sinarmas Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek Ti-phone. Masa penawaran terlaksana pada 3 hingga 5 Januari 2012, dengan penjatahan di 9 Januari tahun depan. Distribusi saham dan waran, serta pencatatan (listing) di BEI masing-masing pada 11 dan 12 Januari 2012.
Hasil IPO, sekitar 40% digunakan untuk melunasi utang anak usaha (TS) kepada Bank DBS Indonesia. Kemudian 28% sebagai dana pelunasan usaha perseroan. Sisanya, 32% sebagai belanja modal.
Usai listing, struktur kepemilikan saham perseroan menjadi, publik memiliki 2,541 lembar saham atau setara 38,07%. Peserta MESA 2,01% atau 133,75 juta lembar. Sedangkan PT Upaya Cipta Sejahtera memiliki 3 miliar lembar, mewakili 44,94% kepemilikan, dan PT Esa Utama Inti Persada 1 miliar lembar saham, atau 14,98% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.
(wep/dnl)











































