Follow detikFinance
Kamis, 22 Des 2011 14:24 WIB

Milawarma Ngotot Minta Adaro Kembalikan Lahan PTBA

- detikFinance
Jakarta - Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang baru terpilih, Milawarma, tetap melanjutan proses hukum atas aset perseroan yang direbut PT Mustika Indah Permai (MIP), dan kemudian menjadi milik PT Adaro Energy Tbk (ADRO) lewat akuisisi.

Menurut Milawarma, sengketa lahan harus segera diselesaikan karena ini berkaitan dengan aset negara yang berusaha direbut swasta.

"Itu harus diselesaikan. Karena PTBA ini menjalankan roda yang berkaitan dengan aset negara," katanya usai dilantik sebagai Dirut baru PTBA, di Four Season, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (22/12/2011).

Saat ini, proses persidangan masih berlangsung. Pihaknya juga telah mengeluarkan somasi kepada Adaro Energi selaku pembeli perusahaan MIP, yang sebelumnya bersinggungan dengan perseroan.

Milawarma mengharapkan adanya dukungan dari seluruh pihak, pemerintah pusat, pemda, hingga pemkab dalam mengembalikan aset negara.

"Kami proses lebih lanjut, tentu dengan bantuan segala pihak. Departemen, Pemerintah pusat dan daerah," ucapnya.

Pada awal November perseroan telah memberi somasi kepada Adaro, karena merebut lahan tambang. Salah satu kuasa hukum PTBA, Anton Dedi Hermanto, mengatakan, Adaro sudah menyatakan wilayah izin usaha pertambangan (IUP) MIP tidak bertumpang tindih dengan wilayah IUP pihak manapun, khususnya PTBA.

"Fakta hukum yang disampaikan Adaro kepada pihak-pihak terkait tidak benar dan tidak akurat, serta berpendapat sepihak dan hanya sepengetahuan Adaro saja dengan menyatakan klien kami (PTBA) tidak memiliki izin pertambangan/kuasa pertambangan (KP) sehubungan dengan telah dicabutnya izin KP Eksploitasi," tutur Anton waktu itu.

Bos Adaro, Adaro Energy Garibaldi Thohir justru seakan melempar tanggungjawabnya kepada Pemda. Somasi PTBA adalah salah sasaran. Adaro hanya pihak pembeli dalam menggarap tambang di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

"Sengketa lebih ke Pemda. Kita kan pembeli yang beritikad baik. Kita tunggu saja hasil dari pengadilan. Kita menghormati segala proses hukumnya," tegas Garibaldi.




(wep/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed