Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah tipis 2,723 poin (0,07%) ke level 3.799,874. Indeks disemangati penguatan Wall Street akhir pekan lalu yang menunjukkan ekonomi AS beranjak pulih.
Setelah sempat menanjak hingga posisi tertingginya di 3.806,185, indeks langsung terkena aksi profit taking dana jatuh hingga ke posisi 3.765,071.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya, menjelang akhir tahun sering terjadi window dressing di beberapa saham pilihan. Namun, dengan waktu perdagangan tahun ini yang tersisa empat hari lagi nampaknya aksi tersebut belum terjadi hari ini.
Saham-saham unggulan yang biasanya 'dipoles' justru terkena tekanan jual. Tapi tidak menutup kemungkinan di perdagangan esok-lusa harga saham-saham ini bisa melesat tinggi.
Hanya saham-saham di sektor agribisnis yang masih mampu bertahan di teritori positif. Sementara indeks sektoral lainnya terjebak di zona merah.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 27.814 kali pada volume 1,638 miliar lembar saham senilai Rp 1,07 triliun. Sebanyak 54 saham naik, sisanya 133 saham turun, dan 83 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia pagi tadi masih kompak melemah, siang ini bursa saham China berhasil merangkak naik ke zona hijau. Sedangkang bursa saham Hong Kong hari ini masih libur menyambut hari raya.
Berikut situasi di bursa-bursa regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,12 poin (0,05%) ke level 2.191,23.
- Indeks Nikkei 225 turun 31,16 poin (0,37%) ke level 8.448,18.
- Indeks Straits Times turun tipis 4,06 poin (0,15%) ke level 2.672,41.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 350 ke Rp 9.900, SMART (SMAR) naik Rp 300 ke Rp 7.000, Duta Anggara (DART) naik Rp 65 ke Rp 395, dan Indosiar (IDKM) naik Rp 50 ke Rp 2.775.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 800 ke Rp 72.900, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 61.250, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 37.750, dan Indomobil (IMAS) turun Rp 450 ke Rp 12.700.
(ang/qom)
