Bursa Regional Tekan IHSG Menipis 6 Poin

Bursa Regional Tekan IHSG Menipis 6 Poin

- detikFinance
Rabu, 28 Des 2011 09:36 WIB
Bursa Regional Tekan IHSG Menipis 6 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menipis 6 poin terseret arus negatif bursa Asia. Volume perdagangan yang masih serba tipis membuat indeks sulit bergerak ke atas.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat di posisi Rp 9.060 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.205 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG turun tipis 6,334 poin (0,16%) ke level 3.783,091. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah tipis 1,597 poin (0,23%) ke level 668,418.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Membuka perdagangan, Rabu (28/12/2011), IHSG berkurang 6,619 poin (0,18%) ke level 3.782,806. Indeks LQ 45 turun tipis 1,772 poin (0,26%) ke level 668,243.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG melemah tipis 8,010 poin (0,21%) ke level 3.781,415. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 2,106 poin (0,31%) ke level 667,909.

Kemarin, IHSG merosot 7 poin meski setelah adanya aksi borong saham menjelang penutupan. Semakin lemahnya bursa Asia membuat IHSG terjebak di zona merah.

Saham-saham di bursa Wall Street ditutup flat setelah bergerak pada kisaran sempit dengan volume yang ekstra tipis. Investor berhenti sejenak setelah reli yang mendorong indeks saham naik hingga 5% pada pekan lalu.

Hanya bursa saham Jepang yang menguat pagi ini di regional. Bursa-bursa saham lainnya terkena tekanan jual dan terjebak di teritori negatif.

Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 8,20 poin (0,38%) ke level 2.158,00. Β 
  • Indeks Hang Seng melemah 81,39 poin (0,44%) ke level 18.547,78. Β 
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 1,09 poin (0,01%) ke level 8.441,65. Β 
  • Indeks Straits Times turun tipis 0,34 poin (0,01%) ke level 2.673,28. Β 

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat di posisi Rp 9.060 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.205 per dolar AS.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads