Demikian disampaikan KPEI dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip detikFinance, di Jakarta, Sabtu (31/12/2011).
Total fasilitas intraday sepajang 2011 hingga 29 Desember mencapai Rp 42,51 triliun, dan biaya yang harus dikeluarkan KPEI pada fasilitas ini mencapai Rp 1,81 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terdapat empat bank pembayar yang berhak atas fasilitas ini. Diantaranya Bank Permata dengan limit kredit Rp 300 miliar, Bank CIMB Niaga Rp 290 miliar, Bank Mandiri Rp 500 miliar, dan Bank BCA Rp 300 miliar.
Sementara kegiatan pinjam meminjam efek (PME) higga 29 Desember tercatat Rp 1,61 triliun, dengan rata-rata outstanding pinjaman harian Rp 4,4 miliar. Angka ini sedikit turun dari nilai total tahun lalu Rp 1,77 triliun, dan pinjaman harian Rp 4,9 miliar.
Agunan milik AK yang dikelola KPEI, yang digunakan sebagai dasar perhitungan trading limit mencapai Rp 13,09 triliun. Agunan dinimkati oleh 119 AK. Agunan terdiri dari agunan offline RP 6,58 triliun dan online RP 6,51 triliun.
Posisi dana pinjaman KPEI per 29 Desember mencapai Rp 1,79 triliun. Dana pinjaman diawasi dan dikelola oleh Komite Kebijakan Kredit dan Pengendalian Risiko.
"Dengan demikian jumlah investasi dana jaminan dari total Rp 1,79 triliun, per 29 Desember untuk deposito berjangka Rp 1,35 triliun, Obligasi negara Rp 438,1 miliar, dan rekening giro Rp 50 juta," katanya.
(wep/wep)










































