Sepanjang 2011, Transaksi Obligasi Indonesia Rp 4.141 Triliun

Sepanjang 2011, Transaksi Obligasi Indonesia Rp 4.141 Triliun

- detikFinance
Sabtu, 31 Des 2011 12:12 WIB
Sepanjang 2011, Transaksi Obligasi Indonesia Rp 4.141 Triliun
Jakarta - Transaksi surat utang Indonesia sepanjang 2011 mencapai Rp 4.141,66 triliun. Total nilai obligasi terbesar tercatat di Surat Berharga Negara (SBN) Rp 1.961,25 triliun.

Demikian disampaikan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dalam rilisnya seperti dikutip detikFinance, Sabtu (31/12/2011).

Total transaksi obligasi Rp 4.141,66 triliun ini merupakan data yang tercatat pada sistem Penerimaan Laporan Transaksi Efek (PLTE). Pencatatan dilakukan pada periode 4 Januari hingga 28 Desember 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut instrumen surat berharga yang tercatat pada PLTE:

  • Surat Berharga Negara (SBN), total nilai Rp 1.961,25 triliun, rata-rata nilai pelaporan harian Rp 7.972,59 triliun.
  • Surat Utang Negara (SUN), total nilai Rp 1.916,74 triliun, rata-rata nilai pelaporan harian Rp 7.791,6 triliun.
  • Obligasi Negara Ritel, total nilai Rp 104,1 triliun, rata-rata nilai pelaporan harian Rp 423,2 miliar
  • Sukuk Negara Ritel, total nilai Rp 33,25 triliun, rata-rata nilai pelaporan harian Rp 135,17 miliar
  • Obligasi korporasi konvesional, total nilai Rp 123,27 triliun, rata-rata nilai pelaporan harian Rp 501,1 miliar
  • Obligasi Syariah&Sukuk korporasi, total nilai Rp 2,5 triliun, rata-rata nilai pelaporan harian Rp 10,16 miliar
  • Efek Beragun Aset, total nilai Rp 533,79 miliar, rata-rata nilai pelaporan harian Rp 2,17 miliar.
Sementara itu, Bapepam-LK juga mencatat nilai emisi saham perdana (IPO) di 2011 mencapai Rp 19,16 triliun atau turun 34,61% dari periode yang sama tahun lalu Rp 29,3 triliun.

Nilai penerbitan saham baru (rights issue) Rp 38,34 triliun, turun 21,23% dari periode sebelumnya 2010 Rp 48,67 triliun. Kemudian, emisi obligasi korporasi mencapai Rp 30,16 triliun hingga 29 Desember 2011. Nilai obligasi turun 13,07% dari tahun lalu Rp 34,7 triliun,

Terdapat emisi baru berupa penawaran berkelanjutan berdenominasi dollar AS senilai US$ 80 juta. Sementara penawaran umum berkelanjutan dalam mata uang rupiah Rp 6 triliun. Dan terakhir, nilai emisi sukuk korporasi Rp 100 miliar, turun dari tahun lalu Rp 700 miliar.

(wep/wep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads