Demikian disampaikan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dalam rilisnya seperti dikutip detikFinance, Sabtu (31/12/2011).
Total transaksi obligasi Rp 4.141,66 triliun ini merupakan data yang tercatat pada sistem Penerimaan Laporan Transaksi Efek (PLTE). Pencatatan dilakukan pada periode 4 Januari hingga 28 Desember 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Surat Berharga Negara (SBN), total nilai Rp 1.961,25 triliun, rata-rata nilai pelaporan harian Rp 7.972,59 triliun.
- Surat Utang Negara (SUN), total nilai Rp 1.916,74 triliun, rata-rata nilai pelaporan harian Rp 7.791,6 triliun.
- Obligasi Negara Ritel, total nilai Rp 104,1 triliun, rata-rata nilai pelaporan harian Rp 423,2 miliar
- Sukuk Negara Ritel, total nilai Rp 33,25 triliun, rata-rata nilai pelaporan harian Rp 135,17 miliar
- Obligasi korporasi konvesional, total nilai Rp 123,27 triliun, rata-rata nilai pelaporan harian Rp 501,1 miliar
- Obligasi Syariah&Sukuk korporasi, total nilai Rp 2,5 triliun, rata-rata nilai pelaporan harian Rp 10,16 miliar
- Efek Beragun Aset, total nilai Rp 533,79 miliar, rata-rata nilai pelaporan harian Rp 2,17 miliar.
Nilai penerbitan saham baru (rights issue) Rp 38,34 triliun, turun 21,23% dari periode sebelumnya 2010 Rp 48,67 triliun. Kemudian, emisi obligasi korporasi mencapai Rp 30,16 triliun hingga 29 Desember 2011. Nilai obligasi turun 13,07% dari tahun lalu Rp 34,7 triliun,
Terdapat emisi baru berupa penawaran berkelanjutan berdenominasi dollar AS senilai US$ 80 juta. Sementara penawaran umum berkelanjutan dalam mata uang rupiah Rp 6 triliun. Dan terakhir, nilai emisi sukuk korporasi Rp 100 miliar, turun dari tahun lalu Rp 700 miliar.
(wep/wep)











































