Jika Eropa Membaik, Investasi Reksa Dana Tumbuh 20% di 2012

Jika Eropa Membaik, Investasi Reksa Dana Tumbuh 20% di 2012

- detikFinance
Sabtu, 31 Des 2011 15:50 WIB
Jika Eropa Membaik, Investasi Reksa Dana Tumbuh 20% di 2012
Jakarta - Produk investasi reksa dana berpotensi tumbuh hingga 20% tahun depan. Namun dengan satu catatan, kondisi krisis Eropa membaik, sehingga pundi-pundi dana investasi jenis ini bertambah tebal.

Demikian disampaikan Ketua umum Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia (APRDI), Abiprayadi Riyanto di Jakarta, Jumat (30/12/2011).

Seperti diketahui, tahun ini Bapepam-LK mencatat nilai aktiva bersih (NAB) produk investasi reksa dana mencapai Rp 201,53 triliun. Dengan demikian, pelaku industri optimis NAB industri reksa dana akan mengentuh angka Rp 241,83 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indonesia bagus, namun harus lihat juga Eropa. Karena Eropa punya peran akan naik turunnya indeks. Kalau (krisis) Eropa berjalan soft maka hasilnya baik," katanya.

"Untuk dana kelolaan, kalau Eropa seperti yang diharapkan maka akan tumbuh 15%-20%. Tapi bisa saja dibawah itu, kalau kondisinya berubah-ubah terus," tambah Abiprayadi.

Lanjutnya, investasi reksa dana adalah akumulasi simpanan jangka panjang. Sehingga manfaat besar baru akan diterima investor minimal 5-10 tahun mendatang.

Untuk itu, strategi pembelian unit reksa dana secara berkala adalah tepat. Jangan terlalu fokus pada kondisi pasar dalam jangka pendek. "Kalau saya memang selalu advice beli at anytime, secara reguler. Jangan tergantung indeks," tegasnya.

Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners (BNPP IP), Eko Pratomo menyebut, dalam penempatan investasi reksa dana diperlukan strategi aset alokasi. Artinya, tetapkan dahulu tujuan investasi Anda. Jangka pendek, menengah atau panjang.

Yang terpenting, tempatkan dana investasi Anda dengan imbal hasil (yield) yang lebih tinggi dari nilai inflasi tahunan. Salah satu pilihan adalah reksa dana dengan penempatan (underlying) pada instrumen saham. Namun ingat, risiko reksa dana ini besar. Namun dalam jangka panjang paling menguntungkan.

Bagi Anda dengan profil risiko konservatif atau moderat, bisa memilih reksa dana dengan underlying obligasi dan pasar uang. Saat kondisi pasar saham bergolak, investor pun harus pintar. Alokasi reksa dana saham bisa di-rebalacing ke reksa dana campuran, pendapatan tetap atau terproteksi.

Singkatnya, jual aset alokasi reksa dana saham saat IHSG menurun dan belilah instrumen reksa dana campuran dengan underlying-nya obligasi.

(wep/wep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads