Ini Dia Jawara Investasi di 2011

Ini Dia Jawara Investasi di 2011

- detikFinance
Senin, 02 Jan 2012 07:24 WIB
Ini Dia Jawara Investasi di 2011
New York - Siapa juara investasi di tahun 2011? Emas, minyak atau saham? Bukan. Jawara tempat investasi terbaik di tahun 2011 ternyata adalah surat utang pemerintah AS.

Meski adanya penurunan peringkat 'AAA' yang disandang AS dan meningkatnya defisit publik, namun ternyata surat utang AS atau US Treasury masih saja jadi perburuan investor bahkan mencatat kinerja terbaik dibandingkan aset mayoritas lain di kelasnya selama tahun 2011.

Surat utang AS berjangka 10 tahun mampu memberikan hasil hingga 17% selama tahun 2011, atau merupakan gain terbesar sejak tahun 2008. Aset lain yang memberikan imbal hasil tinggi adalah emas yang naik 10% dan minyak yang naik sekitar 8% selama 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan kinerja pasar saham mencatat yang terburuk karena justru turun lebih dari 9% selama 2011.

Meningkatnya kekhawatiran seputar krisis utang di Eropa, dan juga kebijakan suku bunga rendah yang diterapkan Bank Sentral AS hingga 2013 telah membuat surat utang sangat menarik bagi para investor.

Beberapa manajer lembaga surat utang seperti Bill Gross, manajer PIMCO yang merupakan bond fund terbesar dunia, terpaksa membebaskan pertaruhan besar terhadap surat utang yang berkaitan dengan pemerintah AS pada pertengahan tahun 2011 setelah jelas terlihat reli surat utang tidak akan menghilang dalam waktu dekat.

"Kami mulai tahun ini dengan imbal hasil surat utang berjangka 10 tahun di 3,3% dan hampir semua sepakat berpandangan suku bunga tidak akan kemanapun kecuali naik," ujar Kevin Giddis, presiden fixed income capital markets Morgan Keegan, seperti dikutip dari Reuters, Senin (2/1/2012).

Imbal hasil untuk surat utang berjangka 10 tahun pada Jumat (30/12/2011) berada di level 1,876%, dibawah level psikologis 2%.

Di antara aset-aset yang memiliki kinerja baik, emas diperdagangkan di level US$ 1.564,60 per ounce di perdagangan terakhir di 2011. Harga emas tercatat naik 10,2% selama tahun 2011, yang berarti kenaikan tahunan berturut-turut selama 11 tahun.

Emas masih mencatat kinerja terbaik meski terjadi aksi jual dalam beberapa pekan terakhir, seiring ketatnya likuiditas yang memaksa investor menjual logam berharga itu guna memenuhi kewajibannya.

Sementara minyak mentah tercatat naik 8,2% menjadi US$ 98,83 per barel selama tahun 2011, di tengah ketidakstabilan produksi minyak di negara-negara kaya minyak seperti Libya dan juga kekhawatiran seputar krisis Eropa.

Yang paling tidak menguntungkan selama tahun 2011 adalah pasar saham. Tekanan krisis Eropa terus menggerus gain di pasar saham dan juga euro. Indeks MSCI All-Country World tercatat merosot 9,5% , meski pada hari terakhir perdagangan tahun 2011 berhasil naik tipis 0,3%.

Khusus untuk bursa Wall Street, indeks Dow Jones tercatat naik 5,5% sementara S&P 500 flat selama tahun 2011. Pada perdagangan Jumat (30/12/2011), indeks Dow Jones tercatat turun 69,48 poin (0,57%) ke level 12.217,56. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 5,41 poin (0,43%) ke level 1.257,61 dan Nasdaq melemah 8,59 poin (0,33%) ke level 2.605,15.

Mata uang tunggal euro mencatat titik terendahnya dalam 10 tahun terhadap yen dan ditutup melemah 3,3% terhadap dolar AS selama 2011. Pada Jumat lalu, euro melemah 0,1% terhadap dolar AS di US$ 1,2945.

"Euro relatif masih cukup baik di tengah krisis yang telah kita lihat, tapi sepertinya akan menghadapi tekanan pada tahun baru 2012," ujar Simon Smith, ekonom dari FXPro.

"Kita telah memiliki pergerakan yang besar dan tajam dan sekarang kita cukup flat selama tahun 2011," ujar Joe Saluzzin, co-manager Themis Trading.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads