Menurut Direktur Keuangan WIKA, Ganda Kesuma, pendapatan perseroan pada sektor jasa konstruksi semakin besar. Sepanjang tahun ini ditargetkan WIKA mampu menghimpun pendapatan Rp 9,1 triliun. Ini masih ditambah proyek kerjasama (joint operation/JO) Rp 2,9 triliun.
"Kami akan berpartisipasi di kegiatan-kegiatan pemerintah, bandara, pelabuhan, jalan tol, dan power plant (pembangkit listrik)," katanya di Jakarta, Selasa (3/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, WIKA juga telah menganggarkan dana Rp 600 miliar untuk belanja modal. Kombinasi kas internal dan pinjaman perbankan akan menopang capex perseroan di 2012.
"Porsinya 20%-30% dari kas internal dan sisanya perbankan," tegas Ganda.
Belanja modal akan digunakan untuk investasi atau penyertaan modal ke proyek perseroan yang sedang berjalan dengan nilai sekitar Rp 188 miliar. Selain itu perseroan juga mengalokasi dana untuk pengembangan usaha lain, Rp 390 miliar, dan Rp 21 miliar sebagai dana pembelian gedung.
Dana pengembangan usaha, sekitar Rp 150 miliar digunakan sebagai modal di proyek pembangkit listrik.
Selain itu, ia menyampaikan perseroan baru saja mendapat proyek pengerjaan conveyor Pomala milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan nilai US$ 13 juta. Kontrak akan dilakukan Januari 2012, dengan perkiraan masa pengerjaan 17 bulan.
Lanjut Sekretaris Perusahaan WIKA Natal Pardede, hingga akhir tahun lalu perseroan pun optimistis dapat membukukan kontrak Rp 25,1 triliun.
(wep/dnl)











































