Jumlah Emiten BEJ Terendah Kedua di Bursa Regional
Jumat, 23 Jul 2004 12:06 WIB
Jakarta - Jumlah emiten yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta (BEJ) tercatat terendah nomor dua di bursa kawasan Asia dan Australia, setelah Bursa Efek Filipina."Jumlah emiten kita masih relatif kecil yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta hanya sedikit lebih banyak dari jumlah emiten yang tercatat di Bursa Efek Philipina. Singkatnya, jumlah emiten tercatat kita adalah terendah nomor dua di kawasan," kata Sekretaris Bapepam Wahyu Hidayat yang menyampaikan pernyataan tertulis Ketua Bapepam Herwidayatmo dalam acara yang diselenggarakan Majalah Prospektif, Jumat,(23/7/2004).Jumlah emiten di BEJ menurutnya, masih di bawah Bursa Efek Thailand, Shenzen, Singapura, Malaysia, apalagi Australia dan Tokyo. "Sedangkan nilai kapitalisasi pasar kita juga masih belum terlalu besar. Dikaitkan dengan GDP (Gross Domestic Product) nasional, nilai kapitalisasi pasar kita belum sampai 20 persen dari total GDP nasional," katanya.Jumlah pemodal di Indonesia masih di bawah 100 ribu pemodal, atau kurang dari 1 persen dari total populasi nasional. Sedangkan pasar modal negara lain di kawasan, yang total populasinya jauh di Indonesia, justru memiliki pemodal berjumlah jutaan.Seperti contoh Australia, Jepang, dan Singapura, jumlah pemodalnya di atas 20 persen dari total populasinya. Malaysia di atas 10 persen, dan Korea memiliki pemodal lebih dari 8 persen dari total populasinya.Disisi lain, terlepas dari pertumbuhan industri pasar modal Indonesia yang cukup menggembirakan selama 3 tahun terakhir, ekonomi Indonesia mencatat beberapa fakta penting, pertama, APBN tetap mengalami defisit anggaran selama setidaknya 2 tahun terakhir yakni sebesar Rp 34,4 triliun di tahun 2003 dan Rp24,4 triliun di tahun 2004 ini. Hal ini mendorong pemerintah untuk lebih berkonsentrasi pada upaya untuk menerapkan kebijakan fiskal yang prudent, stabil, dan sustainable.Kedua, fungsi intermediasi perbankan nasional masih belum optimal, seperti Loan to Deposit Ratio (LDR) bank-bank masih berkisar di angka sekitar 45 persen. Suplai kredit perbankan masih berkisar pada angka 25 persen dari GDP, masih jauh dari angka sebelum krisis yang mencapai 75 persen dari GDP. Portofolio aset perbankan masih didominasi dalam bentuk SBI (Sertifikat bank Indonesia) dan surat berharga lainnya. Serta investasi kredit hanya 46 persen dari total aktiva produktif bank dimana itupun masih didominasi oleh kredit konsumsi."Fakta-fakta tersebut jelas merupakan tantangan sekaligus peluang bagi kita semua untuk lebih mengoptimalkan lagi upaya kita dalam mengaktualisasikan potensi yang ada baik dari sisi supplay maupun demand di industri pasar modal ini," tandasnya.Seperti diketahui saat ini jumlah emiten yang tercatat di BEJ sekitar 335 emiten. Sedangkan jumlah emiten baru sejak awal tahun 2004 sebanyak 6 emiten yakni PT Adhi Karya Tbk, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk, PT Hortus Danavest Tbk, PT Energi Mega Persada Tbk, Pt Sanex Qianjiang Motor Internasional Tbk. BEJ menargetkan ada sekitar 20 emiten baru yang tercatat di tahun 2004 ini.
(ir/)











































