Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup mengalami depresiasi sebesar 0,81% dan ditutup di level Rp 9.096/US$.
Namun, Agus menambahkan jika dilihat secara rata-rata selama tahun 2011 nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Rata-rata nilai tukar rupiah di 2011 sebesar Rp 8.779/US$ menguat dibandingkan dengan rata-rata nilai tukar tahun 2010 sebesar Rp 9.087/US$.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rupiah kita terjaga dengan baik. Ditengah krisis global, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih terjaga dengan total depresiasi dari Januari 2011 hingga 30 Desember 2011 sebesar 0,81%," ungkapnya.
Menurut Agus, Indonesia berada di posisi kedua diantara negara yang mengalami depresiasi. Adapun negara Filipina yang mengalami depresiaasi paling rendah yakni sebesar 0,09%.
"Kita masih lebih baik dari Singapura, Korea, Malaysia dan Thailand yang depresiasinya lebih tinggi," tutur Agus.
Sementara itu, Agus mengatakan adapun China merupakan negara yang mengalami apresiasi paling tinggi yakni mencapai 4,72%.
Berikut data perkembangan nilai tukar negara kawasan sampai 30 Desember 2011 :
- China 4,72%
- Jepang 4,40%
- Inggris 0,80%
- Euro 0,29%
- Filipina -0,09%
- Indonesia -0,81%
- Singapura -1,31%
- Korea -2,35%
- Malaysia -3,41%
- Thailand -4,89%.











































